Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bom Mengguncang Rusia dan Riyadh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Mei 2003 11:21 11:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2003 11:21
Bagikan
Bagikan

Aksi bom bunuh diri terjadi di Kota Znamenskoye, sekitar 50 kilometer sebelah utara Kota Grozny, ibu kota Chehnya, Rusia, Senin (12/5). Sebanyak 41 orang dilaporkan tewas dan 100 lain luka-luka akibat aksi yang diduga sebagai ‘bom jihad’ di Kompleks Kantor Pemerintah Chehnya itu. Selain tiga pelaku, korban tewas adalah warga sipil, polisi, dan anggota Dinas Keamanan Rusia (FSB).

Ledakan bom itu terjadi pada hari kerja pertama setelah beberapa hari libur besar nasional. Tiga orang–seorang di antaranya perempuan–mengendarai truk yang bermuatan sekitar satu ton bahan peledak menerabas masuk ke kompleks kantor pemerintah lokal. Saat itulah terjadi sebuah ledakan dahsyat. Sebagian bangunan di kompleks itu rusak parah, termasuk kantor polisi dan Kantor Cabang FSB. Ledakan bom itu pun meninggalkan lubang selebar 14 meter dengan kedalaman sekitar enam meter di tanah.

Presiden Rusia Vladimir Putin yang berbicara di televisi beberapa menit kemudian, mengecam ledakan itu. Putin menilai aksi itu sebagai upaya untuk menghentikan proses pencarian jalan keluar damai dari konflik separatis Chechnya. Pemerintah Rusia menduga, pelaku adalah kelompok gerilya pimpinan Aslan Maskhadov dan Shamil Basaev.

Selang beberapa jam kemudian, masyarakat Moskow dikejutkan oleh ledakan di sebuah restoran di ibu kota Rusia itu. Sedikitnya 13 orang terluka dalam peristiwa ini. Namun ledakan ini diperkirakan murni kecelakaan. Dugaan sementara gas bocor menjadi penyebab. Restoran ini berlokasi di tempat hiburan yang sarat wisatawan, sekitar 40 kilometer dari Kremlin.

Muslim Chehnya adalah kelompok muslim yang selama ingin membebasakan diri dari Rusia. Sayangnya, pihak pemerintah Rusia terus memperlakukan warga Chehnya kurang adil.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bom Mobil

Di tempar terpisah, tiga ledakan mengguncang kompleks pemukiman warga asing Granada, Riyadh, Arab Saudi, Senin (12/5) malam. Namun, hingga kini, belum diketahui jumlah korban tewas dan luka-luka dalam kejadian ini. Yang pasti, sejumlah warga asing, terutama warga Amerika Serikat dilaporkan tewas dan luka-luka dalam insiden ini.

Seperti dikutip dari jaringan televisi Al-Arabiya, satu di antara ledakan itu adalah bom mobil yang dibiarkan terparkir di depan pemukiman tersebut. Satu lagi meledak menimpa sebuah bangunan yang digunakan sebagai markas pasukan AS di Riyadh.

Satu ledakan lain terjadi di kantor Venyl, perusahaan konsultan bidang pertahanan Amerika yang bekerja untuk Pasukan Pengawal Nasional Saudi. Asap membubung tinggi dari kebakaran di lokasi-lokasi ledakan yang terletak di pinggiran timur Riyadh dekat jalan mengarah ke bandar udara.

Ledakan-ledakan terjadi hanya beberapa jam sebelum Menlu AS Colin Powell tiba di ibukota Saudi itu.

“Warga AS secara pribadi yang kini berada di AS harus mengevaluasi situasi keamanan mereka sendiri dan harus mempertimbangkan untuk meninggalkannya,” katanya siaran resmi Deplu AS.

Sekitar 30.000 sampai 40.000 warga Amerika tinggal dan bekerja di Arab Saudi, menurun dari 60.000 lebih satu dekade yang lalu.

Sejak sikap AS dan Barat menyerang Afghanistan dan Iraq beberap waktu lalu, beberapa gerakan militan Islam mencanangkan untuk terus melawan Amerika.

Kelompok seperti ini mungkin akan terus tumbuh tidak berkesudahan bila AS dan Barat terus-menerus melakukan kezaliman politik atas negara lain, khususnya Islam. (l6c/gtr/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Antara Invasi dan Perang Suci
Tulisan selanjutnya Israel Tahan Pemimpin Gerakan Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro

Berita
5 Juni 2026 18:57
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?