Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Covid-19: Inggris Beli 20.900 Ventilator £569 Juta Sebagian Besar Belum Terpakai

Ama Farah
Terakhir diupdate: 30 September 2020 14:21 2:21 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 30 September 2020 14:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Kerajaan Inggris menghabiskan uang £569 juta untuk pembelian 20.900 ventilator untuk menjaga agar pasien Covid-19 tetap hidup, tetapi ternyata hanya sebagian kecil saja yang terpakai.

Dari puluhan ribu ventilator yang sudah dibeli itu semuanya masih disimpan di gudang Kementerian Pertahanan, hanya sekitar 2.150 saja yang sudah diambil untuk dipakai.

Hal itu terungkap dalam laporan National Audit Office (NAO) yang memeriksa biaya-biaya yang dikeluarkan kementerian untuk belanja ventilator pada bulan Maret dan apa yang telah dicapai oleh penggunaan anggaran tersebut.

Pengawas anggaran pemerintah Inggris itu mendapati bahwa Department of Health and Social Care (DHSC) serta Cabinet Office membayar jauh lebih tinggi dibanding harga normal untuk alat-alat tersebut, tetapi diberikan wewenang untuk melakukan hal tersebut mengingat kondisi darurat di masa pandemi untuk menyelamatkan nyawa warganya.

“Sejauh ini, sebagian besar ventilator ini belum diperlukan,” bunyi laporan NAO yang dirilis hari Rabu (30/9/2020) seperti dilansir The Guardian.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

DHSC berusaha memenuhi kebutuhan ventilator dengan mengimpornya dari China. Namun, karena barang itu sangat dicari dan dibutuhkan oleh banyak negara maka harus dibayar dimuka dan tanpa ada jaminan barang yang dikirimkan berkualitas tinggi.

Dalam satu kasus, Inggris merogoh kocek £2,2 juta untuk transport ventilator yang pada akhirnya tidak digunakan sebab dokter mengatakan alat itu tidak cocok dipakai pasien yang mendapatkan perawatan intensif.

Meskipun kedua departemen itu berusaha secepat mungkin mengadakan alat yang dibutuhkan sejak pertengahan Maret, mereka hanya berhasil mendatangkan 1.800 ventilator tambahan di puncak pandemi pada pertengahan April.

Dan keduanya gagal memenuhi target pemerintah untuk menambah cadangan ventilator NHS (otoritas kesehatan publik Inggris) dari yang hanya 7.400 di awal krisis menjadi 18.000 pada akhir bulan April dan 30.000 pada akhir Agustus.

Meskipun demikian, tidak satu pun pasien Covid-19 yang membutuhkan ventilator terlewatkan, alias semua kebutuhan pasien tercukupi.

Menurut NAO, masih banyaknya ventilator yang tidak terpakai disebabkan pasien Covid-19 yang membutuhkan alat itu jumlahnya jauh lebih rendah dibanding skenario terburuk yang diprediksi pihak berwenang.

Pada 14 April, hari di mana jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Inggris mencapai puncaknya, NHS di England memiliki 6.818 tempat tidur dilengkapi ventilator. Namun, hanya 2.849 saja yang ditempati pasien Covid, sedangkan 1.031 dipakai pasien berpenyakit lain dan sisanya 2.938 kosong tak ada yang menempati.

Total DHSC menghabiskan dana £292 juta, termasuk £222 juta (di luar pajak) untuk pembelian 11.000 ventilator dan £45 juta untuk pembelian alat terapi oksigen lainnya. Disebabkan kompetisi global untuk mendapatkan ventilator, Inggris terpaksa membayar £30.100 untuk satu ventilator atau jauh lebih tinggi dari harga normal £20.000. 

Cabinet Office menghabiskan dana £277 juta. Namun, £113 juta dipakai untuk biaya desain, komponen dan kapasitas pabrik ventilator yang tidak jadi dibelinya, termasuk £11 juta untuk pesanan 15.000 alat Penlon tambahan yang kemudian dibatalkan. Kantor itu membayar rata-rata £18.300 untuk setiap alat yang diperolehnya melalui “tantangan ventilator” kepada industri Inggris untuk merancang dan membuat mesin ventilator di dalam negeri.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19inggrisNHSventilator
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ibu Duniaku, Ibu Akhiratku
Tulisan selanjutnya Bupati Tangerang Mengecam Perusakan Mushalla dan Penyobekan Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?