Hidayatullah.com—Dua warga Myanmar ditangkap di Amerika Serikat dengan tuduhan berenca membunuh atau melukai duta besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kejaksaan AS di New York mengatakan Phyo Hein Htut dan Ye Hein Zaw berenca menyewa orang untuk melakukan serangan guna memaksa Kyaw Moe Tun mundur dari jabatannya.
Kyaw Moe Tun dikenal vokal mengkritik junta militer Myanmar yang merebut kekuasaan lewat kudeta 1 Februari.
Junta kemudian memecatnya, tetapi dia bersikeras mewakili pemerintahan sipil Myanmar di PBB.
Militer Myanmar sejauh ini belum memberikan komentar publik tentang masalah ini.
Ratusan orang, termasuk anak-anak, telah dibunuh selama aksi protes menentang kudeta.
“Phyo Hein Htut dan Ye Hein Zaw berencana untuk melukai atau membunuh duta besar Myanmar untuk PBB dalam serangan terencana terhadap seorang pejabat asing yang akan dilakukan di tanah Amerika,” kata jaksa AS Audrey Strauss dalam sebuah pernyataan hari Jumat (6/8/2021), seperti dilansir BBC.
“Kami memuji kerja tak kenal lelah dari mitra-mitra penegak hukum kami di semua tingkat pemerintahan guna memastikan keselamatan diplomat dan pejabat asing.”
Zaw, 28, diyakini sudah mentransfer $ 4.000 (£ 2.880) kepada Htut, 20, awal tahun ini melalui aplikasi sebagai pembayaran di muka untuk serangan yang direncanakannya.
Keduanya diproses di pengadilan New York mulai hari Jumat.*