Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

‘Aku Akan Menjadi Pejuang Iraq dan Membunuh Orang AS’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 September 2003 12:59 12:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2003 12:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seolah kehilangan akal, pasukan AS Selasa (16/9/03) lalu secara agresif menggerebek rumah-rumah penduduk di tempat kelahiran Saddam Hussein di wilayah Tikrit. Dengan menggunakan senjata api, mereka membuka pintu secara paksa, memukul, menendang daun pintu.

Ahmed (10), yang tengah menggembalakan ternak sisa keluarganya di kebun, kaget tatkala ia melihat tentara AS menanyai seseorang dan siapa saja dengan cara menggebuk.

Ia menunjuk pasukan AS yang telah menyerang rumah nya dengan senapan. “Mereka menjadi musuh,” ujarnya kesal.

“Mengapa kamu menabrak gerbang hingga jatuh?” tanyanya seorang pria yang telah kepalanya membotak dan jenggotnya telah berwarna putih pada para tentara AS dengan senjata mereka.

Tentara AS menggerebek belasan rumah sepanjang hari di seluruh Iraq, dengan alasan untuk mencari senjata ilegal, membersihkan granat dan melawan penyerang gelap, dan menangkap siapa saja yang dicurigai sebagai penyerbu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemimpin senior militer AS di Baghdad mengatakan strategi telah membantu mereka untuk merebut prakarsa dari para gerilyawan tersembunyi yang hingga kini sudah membunuh 73 tentara AS sejak Washington mengumumkan pertempuran utama di Iraq bulan Mei lalu.

Tetapi mereka juga mengakui adanya penangkapan terhadap orang-orang tak bersalah di wilayah Iraq terutama dalam berbagai penggerebekan yang dilakukan.

Ketika Amerika Serikat mengatakan penyeyerbuannya ke Iraq untuk bebaskan orang-orang yang menurutnya terkekang dengan kebebasan dan Saddam, para kritikus justru mengatakan peperangan yang dilakukan AS justru membuat masyarakat Arab terhadap Barat secara subur menciptakan kelompok pejuang yang anti-Amerika.

Pada akhir penggerebekan hari Selasa lalu, para pasukan mengatakan, mereka tidak mengetahui bila ada kekasaran dalam menangkapi lusinan pria yang dicurigai dalam operasi yang mereka sebut “Operation High Five.”

Namun, alasan Letnan David Poirier, memimpin penggerebekan itu mengatakan, tentara AS telah menemukan bahan peledak dalam satu rumah. “Aku yakin kita menemukan beberapa orang tidak baik,” katanya.

Komandan pasukan AS mengayakan, mereka percaya Saddam mungkin masih hiduo di dalam area di sekitar Tikrit tetapi mereka mengaku tetap belum memukan nya.

Karenanya, kekasaran sikap pasukan AS dalam penggerebekan di wilayah Iraq dengan alasan mencari Saddam, justru semakin menciptakan sikap kebencian yang mendalam bagi warga Iraq.

Tak heran, kebencian yang mendalam itu, kini melahirkan patriotisme anti AS. “Aku akan menjadi pejuang Iraq dan aku akan membunuh orang Amerika,” ujar Ahmed. (Diringkas dari Reuter)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Kembali Membunuh Pemimpin Hamas
Tulisan selanjutnya Kapolri Temui Pimpinan MUI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Sejarah

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Sejarah
29 September 2026 12:00
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

Terbaru

  • Iran Gantung Dua Demonstran Antipemerintah
  • Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
  • Mahathir Mohamad Dilarikan ke RS Sehari setelah Istri Meninggal Dunia
  • Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
  • Keadilan dan Kemanusiaan di Balik Jeruji Besi
  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?