Hidayatullah.com– Juru bicara Gerakan Bebaskan Anwar, Badrul Hisham Shahrin, mengatakan 56 mobil dengan bendera dan poster Anwar ikut bergabung pada hari kedua ini Minggu (18/1) di ibu kota Malaysia tersebut.
Kami menyebarkan liflet mengenai kondisi kesehatan dan peradilan Anwar di kompels-kompleks pertokoan,” ujarnya kepada AFP. Para pendukung, Anwar menentang perintah polisi Sabtu lalu untuk menghentikan protes mereka tersebut dan tidak memasuki ibu kota dan hanya boleh memasuki kota Sabak Bernama saja. Namun polisi, menurut Badrul, juga tidak berusaha untuk memecah konvoi mereka.
Maraknya protes ini menandai keputusan untuk penjaminan terhadap Anwar Senin (19/1). Anwar telah ditahan sehak tahun 1998 dan dihukum selama 15 tahun penjara atas tuduhan korupsi dan sodomi. Pengadilan Banding juga akan meneliti kembali keputusan mereka mengenai kesaksian Anwar dan hukuman atas tindakan sodomi.
Pengacara Anwar, Sankara Nair, mengatakan kepada AFP Minggu (18/1), bahwa pihaknya akan menekan tiga hakim di Pengadilan Banding untuk menyampaikan putusan mereka besok Senin ( 19/1) pada saat permohonan jaminan Anwar dilakukan. “Pengambilan keputusan sudah terlalu lama. Anwar sangat membutuhkan perawatan kesehatan di luar negeri untuk sakit punggungnya yang semakin parah,” kata Sankara.
Para pendukung ingin agar Anwar dibebaskan sebelum pemlihan umum yang akan datang. Seharusnya pemilu Malaysia dilakukan akhir tahun 2003 namun ditunda dan baru akan dilaksanakan pada bulan April mendatang. Partai Keadilan Nasional pimpinan Wan Azizah Wan Ismail yang juga istri Anwar Ibrahim dan Gerakan Pembebasan Anwar telah mencanangkan konvoi selama sebulan penuh hingga 14 Februari mendatang dan diakhiri unjuk rasa massal di negara bagian asal Anwar di Penang.
Konvoi ini sebagai upaya untuk menguji toleransi perdana menteri Malaysia yang baru Abdullah Ahmad Baidawi terhadap perbedaan pendapat yang dilakukan secara terbuka. Baidawi menggantikan posisi Mahathir Mohammad yang pensiun pada 31 Oktober 2003 setelah berkuasa selama 22 tahun penuh. (afp)