Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ilmuwan Indonesia yang Berjaya di Negeri Jiran

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Februari 2012 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ada sekitar 2 juta orang Indonesia yang bekerja di Malaysia. Mereka bekerja di berbagai level pekerjaan. Ada yang jadi buruh di pabrik dan pembantu rumah tangga. Ada pula yang bekerja pada level profesional seperti dosen dan penceramah. Salah satu yang menjadi dosen itu adalah Dr Syamsudin Arif.

Pria kelahiran Jakarta 41 tahun lalu ini kini mengajar di universitas Islam terbesar di Asia Tenggara, Universitas Islam Antar Bangsa (UIA), pada jurusan studi Islam. Wartawan ini bertemu dengannya di ruang kerjanya di kampus UIA, di kawasan  Gobak.

Syamsudin, demikian panggilan akrabnya, saat itu banyak bercerita tentang perkembangan dan budaya kerja di kampusnya. Setidaknya ada dua alasan kalau kemudian ia memilih UIA sebagai tempat mengajar.

Pertama, budaya ilmu. Masing-masing dosen di sini dipacu untuk mengembangkan ilmunya. Salah satu caranya dengan menyediakan dana penelitian yang kata Syamsudin tak terbatas. “Minimal dalam setahun dosen harus menghabiskan dana  10 ribu RM (Rp 29 juta).

Kedua, penghargaan kepada dosen jauh lebih baik daripada di Indonesia. Ayah empat anak itu menggambarkan, doktor yang baru masuk  bisa membawa pulang gaji kotor sekitar Rp 20 juta.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Karena gajinya cukup, di sini dosen tak boleh nyambi di tempat lain,” katanya. Ini tentu berbeda dengan Indonesia. Seorang dosen bisa mengajar di berbagai tempat.

Selain Syamsudin, ada banyak orang Indonesia yang mengajar di UIA. Untuk menyebut beberapa nama misalnya, Asisten Prof Dr Ani Thoha dan Prof Dr Sobirin Sholihin. Keduanya mengajar di studi Islam.

Wartawan media ini juga sempat bertemu dengan dosen muda asal Indonesia. Doktor teknik elektro lulusan Jerman itu baru masuk tahun lalun. Ketika ditanya mengapa tidak melamar ke ITB, pria kelahiran Bandung itu cepat menukas, “Nggak ah! Saya sudah tahu ITB. Tidak menjamin,”

Kembali pada Syamsudin, ia menjadi dosen di UIA lima tahun lalu. Sebelumnya, jenjang pendidikan kesarjanaan pria yang menjadi peneliti di Insists ini hampir semuanya di tempuh di Malaysia.

Program S1 ia tempuh di UIA pada 1996, lalu master dan doktornya ia selesaikan di ISTAC (International Institute of Thought and Civilization). Belum puas hanya di situ. Untuk yang kedua kalinya ia mengambil program doktor. Tapi kali ini ia langsung masuk ke jantungnya orientalis di Jerman. Tepatnya  di Orientalisches Seminar, Universitas Frankfurt. Lulus dari Jerman, ia melanjutkan ‘pengabdiannya’ di UIA hingga kini.

Di Indonesia lulusan  KMI Gontor 1989 ini dikenal sebagai intelektual yang melawan pemikiran-pemikiran liberal. Salah satu bukunya yang menarik adalah Diabolisme Intelektual  (intelektual iblis). Buku ini sudah beredar luas di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.*/Bambang S, Kuala Lumpur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMalaysiaMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pipa Gas Mesir Menuju Zionis Meledak Lagi
Tulisan selanjutnya Menjadi Guru Bergaji 40 Dinar, Siapa Mau…?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?