Hidayatullah.com–Keputusan pelarangan memakai jilbab bagi para muslimah itu ditetapkan sejak Kamis (1/4) kemarin termasuk bentuk larangan terhadap berbagai simbol keagamaan lain menyangkut, surban penganut Hindu Sikh, salib penganut Kristen dan kippa para penganut Yahudi.
Menurut koran The Berliner Zeitung undang-undang itu diloloskan selepas mendapat dukungan mayoritas anggota parleman dari Partai Sosial Demokrat dan bekas Komunis Jerman Timur yang kini dikenal Partai Demokrat Sosialis (LFD)
Keputusan pengadilan Berlin terhadap Islam ini merupakan sikap negara bagian keenam Jerman setelah sebelumnya pengadilan di negara bagian Baden-Wuerttemberg, Bavaria, Hessen, Saarland dan Lower Saxony pada tahun sudagh melarang. Sebagaimana diketahui, negara bagian Baden-Wuerttemberg merupakan hasil koalisi Partai Persatuan Demokratik Kristen (CDU) dan Partai Demokrat Sosialis (LFD).
Tentusaja sikap diskriminatif ini ditanggapi serius kalangan Islam. Para aktifis dan beberapa kelompok Islam menganggap peraturan pelarangan jilbab merupakan pelanggaran terhadap hak dan kebebasan mereka dalam menjalankan agama. ” Makai jilbab telah menjadi bagian dari hidup sehari-hari di sini, ” ujar Ketua The Central Council of Muslim Jerman Nadim Elias.
Tak Memandang Bulu
Sikap diskriminatif Berlin terhadap warga Islam ini dipredikisi akan mengganggu hubungan antara Islam dan Kristen di negeri itu. Tak urung keputusan ini memancing sikap Presiden Jerman Johannes Rau. Dalam sebuah wawancara di sebuah media Jerman pada 28 lalu, Rau mengatakan tidak ada salahnya para muslima dan warga muslim menggunakan haknya dalam berpakaian jilbab yang diyakini sebagai simbol keagamaan.
Dlam sebuah acara ialog di Televisi ZDF, Desember 2003 lalu, Rau mengatakan, kalangan Muslim Jerman tidak selayaknya diperlakukan sebagai warga negara kelas dua karena mereka telah menjadi bagian dan aset bagi masyarakat Jerman.
Di negara-negara Uni Eropa, terdapat sekitar 35 juta penduduk muslim. Di Jerman yang merupakan salah satu negara utama dan padat penduduk di Uni Eropa, diperkirakan lebih dari tiga juta muslim hidup di sana yang sebagian besarnya berasal dari etnis Turki. Islam merupakan agama kedua terbesar di Jerman setelah Kristen. Jumlah muslim di Jerman berakar sejak masa pemerintahan khilafah Usmaniyah. (iol/afp/cha)