Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berlin Larang Muslimah Pakai Jilbab

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 April 2004 09:09 9:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 April 2004 09:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Keputusan pelarangan memakai jilbab bagi para muslimah itu ditetapkan sejak Kamis (1/4) kemarin termasuk bentuk larangan terhadap berbagai simbol keagamaan lain menyangkut, surban penganut Hindu Sikh, salib penganut Kristen dan kippa para penganut Yahudi.

Menurut koran The Berliner Zeitung undang-undang itu diloloskan selepas mendapat dukungan mayoritas anggota parleman dari Partai Sosial Demokrat dan bekas Komunis Jerman Timur yang kini dikenal Partai Demokrat Sosialis (LFD)

Keputusan pengadilan Berlin terhadap Islam ini merupakan sikap negara bagian keenam Jerman setelah sebelumnya pengadilan di negara bagian Baden-Wuerttemberg, Bavaria, Hessen, Saarland dan Lower Saxony pada tahun sudagh melarang. Sebagaimana diketahui, negara bagian Baden-Wuerttemberg merupakan hasil koalisi Partai Persatuan Demokratik Kristen (CDU) dan Partai Demokrat Sosialis (LFD).

Tentusaja sikap diskriminatif ini ditanggapi serius kalangan Islam. Para aktifis dan beberapa kelompok Islam menganggap peraturan pelarangan jilbab merupakan pelanggaran terhadap hak dan kebebasan mereka dalam menjalankan agama. ” Makai jilbab telah menjadi bagian dari hidup sehari-hari di sini, ” ujar Ketua The Central Council of Muslim Jerman Nadim Elias.

Tak Memandang Bulu

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sikap diskriminatif Berlin terhadap warga Islam ini dipredikisi akan mengganggu hubungan antara Islam dan Kristen di negeri itu. Tak urung keputusan ini memancing sikap Presiden Jerman Johannes Rau. Dalam sebuah wawancara di sebuah media Jerman pada 28 lalu, Rau mengatakan tidak ada salahnya para muslima dan warga muslim menggunakan haknya dalam berpakaian jilbab yang diyakini sebagai simbol keagamaan.

Dlam sebuah acara ialog di Televisi ZDF, Desember 2003 lalu, Rau mengatakan, kalangan Muslim Jerman tidak selayaknya diperlakukan sebagai warga negara kelas dua karena mereka telah menjadi bagian dan aset bagi masyarakat Jerman.

Di negara-negara Uni Eropa, terdapat sekitar 35 juta penduduk muslim. Di Jerman yang merupakan salah satu negara utama dan padat penduduk di Uni Eropa, diperkirakan lebih dari tiga juta muslim hidup di sana yang sebagian besarnya berasal dari etnis Turki. Islam merupakan agama kedua terbesar di Jerman setelah Kristen. Jumlah muslim di Jerman berakar sejak masa pemerintahan khilafah Usmaniyah. (iol/afp/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hermeneutika dan Infiltrasi Kristen
Tulisan selanjutnya Larangan Pembangunan Masjid di Turkmenistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?