Hidayatullah.com–“Pernikahan sesama jenis bertentangan dengan norma agama manapun … Bagi Islam, keluarga menjadi bibit kelangsungan generasi,” tegas Wakil Sesjen Organisasi Konferensi Islam (OKI) Dr. Hamid bin Ahmed Ar-Rifai, seperti dikutip harian Al-Watan, Arab Saudi, Selasa (6/4).
Rancangan Brazil tersebut antara lain menegaskan larangan membedakan orientasi seks setiap orang, karena dinilai bertentangan dengan HAM.
Usul itu mendapat dukungan kuat 18 negara dalam Komisi HAM tersebut di antaranya AS, Kanada, wakil dari Eropa dan seluruh wakil dari Amerika Latin.
Dukungan kuat tersebut membuat wakil dari dunia Arab dan Islam, Mesir dan Pakistan, melakukan pendekatan “habis-habisan” –tindakan yang akhirnya berhasil mengajak Vatikan menolak usul negeri Samba itu.
Dunia Arab juga mengancam negeri sepak bola terkemuka sejagat itu untuk memboikot pertemuan Arab-Amerika Latin yang dijadwalkan di Brazil bulan September mendatang bila Brazil tidak mencabut usul tersebut.
Brazil akhirnya mencabutnya dan pemungutan suara ditiadakan. “Kami hanya ingin meningkatkan pelaksanaan perinsip HAM bukan memaksakan budaya dan nilai masyarakat tertentu atas komunitas lain,” demikian dalih wakil Brazil saat mengajukan proposal itu.
Dunia Arab dan Islam setahun sebelumnya juga berhasil menggagalkan usul serupa. Sebelumnya kasus pernikahan kaum hombreng banyak mendapat persetujuan di beberapa pengadilan distrik di AS dan Kanada.
Keberhasilan para kaum hombreng menikah sesama pasangannya itu tak lain atas dukungan kalangan Kristen-Liberal meski pemerintah AS dan Vatikan telah resmi melarang. (Ant/mi/cha)