Hidayatullah.com–AS akhirnya tetap membela diri meski telah melakukan kesalahan berat dengan mengebom masjid Abdulaziz al-Samarai di kota Fallujah yang telah menimbulkan korban meninggal sebanyak 40 orang. Meski demikian, beberapa sumber di Iraq mengatakan, angka tersebut masih belum jelas. Mungkin bisa bertambah.
Pejabat-pejabat Amerika mengatakan, pasukan marinir menembakkan roket dan menjatuhkan dua bom berat di kompleks masjid itu.
Dikatakan, serangan udara itu dilancarkan setelah paling tidak tiga orang marinir cedera dalam tembak-menembak yang berlangsung selama beberapa jam antara pejuang milisi Syi’ah Irawq dan pasukan penjajah Amerika.
Pihak pasukan penjajah Amerika mengklaim, para pejuang Syi;ah menggunakan masjid-masjid untuk menembaki marinir AS guna menyembunyikan senjata.
Deputi direktur operasi koalisi, Brigjen Mark Kimmitt, mendukung tindakan marinir AS dan mengatakan, bilamana orang menggunakan suatu tempat ibadah untuk tujuan militer, tempat tersebut kehilangan statusnya sebagai tempat yang dilindungi.
Menurut pejabat militer Amerika, Letkol Brennan Byrne, marinir itu sedang bertugas dalam tim penembak jitu sewaktu ia ditembaki.
Terus Memburuk
Situasi Iraq terus memburuk dan jumlah korban di kalangan penduduk sipil dan tentara koalisi terus bertambah sebagai akibat bentrokan kekerasan yang berlarut selama beberapa hari setelah tentara koalisi menutup sebuah surat kabar kelompok Shi’ah, Moqtada al-Sadr. Secara beringas AS juga menangkap pembantunya dan mengeluarkan perintah penangapan terhadap al-Sadr.
Kemarin, hampir seratus anggota bersenjata Iraq menyerang kubu pasukan marinir AS di kota Ramadi Provinsi Al-Anbar dan menewaskan sedikitnya 12 orang anggota marinir, sementara pihak penyerang juga mengalami korban berat
Bentrokan antara tentara koalisi dengan warga penduduk Iraq juga terus terjadi dan sekurang-kurangnya 66 warga silpi Iraq tewas.
Perdana Menteri Inggeris Tony Blair kemarin mengakui, tentara koalisi Amerika-Inggeris di Iraq menghadapi tantangan serius. Dikabarkan, Blair pekan depan akan berkunjung ke Amerika untuk berkonsultasi dengan Presiden Bush mengenai situasi Iraq.
AS terus menghadapi jepitan tiga kekuatan utama di Iraq yakni; milisi pejuang Syi’ah, Sunni, dan para pejuang antar negara yang terus memburunya. Kebencian terhadap keberadaan penjajah AS di negeri 1001 malam itu terus meningkatkan konflik senjata.
Agaknya, kekuasaan dan minyak akan terus menjadikan pemerintah AS tetap mengukuhkan cenkramannya di Iraq meski para pasukan yang berada dilapangan terus-menerus menghadapi perlawanan dan menjadi korban. Sumber Pentagon terbaru dikutip Sky News, mengatakan, AS telah kehilangan 130 tentaranya dalam pertempuran beberapa hari ini di kota Ar Ramadi, 20 mil sebelah Barat kota Fallujah.(cri/abcn/skn/cha)