Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Thailand: ‘Aparat berlebihan perlakukan muslimin’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Februari 2023 19:54 7:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Agustus 2004 07:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra mengungkapkan rasa kecewanya sehubungan tindakan kejam aparat keamanan Thailand yang telah membantai muslimin di negara itu beberapa bulan lalu.

Tapi dalam pidato mingguannya yang disampaikan melalui radio itu, Thaksin Shinawatra tidak mengatakan apakah ada orang yang akan dianggap bertanggung jawab atas terjadinya insiden itu.

Suatu komisi independen minggu lalu menyerahkan laporan kepada pemerintah yang isinya mengecam penggunaan kekerasan secara berlebihan oleh pihak aparat, namun ditegaskan bahwa pihak militer tidak bertindak salah.

Aparat keamanan menyerbu masjid Krue Se dan menewaskan para militan yang hanya bersenjatakan golok dan sepucuk senjata api dalam pertempuran terakhir dalam pemberontakan yang menewaskan 112 orang pemuda dan warga muslim.

Menurut Thaksin, para pejabat keamanan di lokasi kejadian berada dalam posisi sulit karena adanya tuduhan pihak pemuda muslim militan telah mencuri amunisi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia mengatakan bahwa kesabaran dan pelatihan akan membantu menghindari insiden serupa itu di masa depan.

Sebagaimana diketahui, tanggal 29 April lalu, sebanyak 112 warga muslim Pattani dibantai polisi di dalam masjid meski mereka hanya bersenjatakan parang dan golok.

Semenjak munculnya propaganda terorisme, pemerintahan Thailand dilaporkan makin kejam menghadapi umat Islam. Bulan lalu, Thailand dilaporkan mengancam akan menutup beberapa pesantren di kawasan Selatan yang mayoritas penduduknya adalah Muslim. Tuduhannya apalagi jika bukan terorisme. Pemerintah, menuduh bahwa pondok pesantren telah digunakan sebagai kamp pelatihan bagi kaum gerilya separatis. Sebuah tuduhan yang kerap dijadikan menghabisi kegiatan Islam di berbagai belahan dunia.

Pemerintah Thailand menyatakan, para guru di madrasah-madrasah itu terlibat dalam kerusuhan yang mengakibatkan lebih dari 250 orang tewas tahun ini dalam kasus-kasus serangan terhadap para biksu Buddha, para anggota aparat keamanan dan pegawai negeri.

Menurut surat kabar The Nation, 21 buah pesantren di provinsi Yala, Pattani dan Narathiwat di selatan kini terancam ditutup.

Muslim Thailand berjumlah sekitar 5 juta dari total penduduk sebanyak hampir 57 juta orang adalah kelompok yang selalu ditindas.

Warga muslim di tiga propinsi; Pattani, Yala dan Narathiwat telah sejak lama mengeluh atas sikap diskriminatif negara itu memperlakukan warga muslim. (abcn/hid/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Khawatir TNI Ikut Amankan Surat Suara
Tulisan selanjutnya Thailand Beri Ganti Rugi Korban “Masjid Krue Se”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?