Hidayatullah–Ledakan terbesar, yang menurut Israel terjadi di Hotel Hilton di Taba, yang berada tak jauh dari perbatasan Mesir-Israel. Para pejabat Israel mengatakan, sebuah kendaraan yang memuat bahan peledak meledak, setelah menabrakkan hotel itu, dan menyebabkan sedikitnya 19 orang tewas. Tapi AFP menyebutkan angka meninggal mencapai 29.
Ledakan lain melanda kawasan wisatawan backpacker di dekat resor Nuweiba, 60 km dari Taba, dan menewaskan dua orang.
Aparat mula-mula melaporkan sedikitnya 30 orang terbunuh, namun hari Jumat pagi, mereka mengatakan, tim penolong menemukan 19 jasad di reruntuhan hotel.
Saya berada di kasino saat ledakan terjadi. Ada ledakan dahsyat, dan dinding kiri runtuh
Seorang Jenderal Israel mengatakan, 122 orang terbunuh dalam serangan itu. Sepuluh lantai Hotel Hilton Taba dikabarkan runtuh, dan diperkirakan sejumlah orang mungkin terjebak di puing-puing.
Wakil Menteri Pertahan Israel Zeev Boim, yang berada di Taba, mengatakan, masih terlalu dini untuk menyatakan pelaku serangan, namun serangan seperti ini tidak bisa diantisipasi.
Saat ledakan terjadi, banyak orang yang tengah berlibur di kawasan itu merayakan hari terakhir liburan Yahudi, Sukkot. Atas peristiwa itu pemerintah Israel kini memerintahkan warganya agar keluar dari Mesir.
“Ada belasan orang di lantai, banyak darah, ini sangat tegang,” kata saksi mata ledakan di Hilton, Yigal Vakni, kepada radio Israel.
Hotel Hilton agak terpisah dari dunia luar oleh perbatasan Israel di utara, dan pos pemeriksaan perbatasan Mesir sedikit ke selatan.
Pemerintah Mesir sejak lama memandang kawasan pesisir Sinai timur, sepanjang Teluk Aqaba, berpeluang lebih kecil untuk dijadikan sasaran teroris daripada monumen-monumen di sepanjang Sungai Nil.
Akhir tahun 2000, Taba menjadi tuan rumah perundingan damai putaran paling serius antara Israel dan Palestina. Hotel itu juga menarik penjudi Israel ke kasino.
Ledakan lain terjadi di Ras al-Shitan, kawasan perkemahan yang digandrungi backpacker muda asal Israel. Lokasi itu dekat dengan kota kecil Nuweiba, yang dikenal karena hotel dan restorannya.
Pemerintah Israel mengumumkan mereka mengirimkan bus untuk mengungsikan 12 ribu hingga 15 ribu warga Israel di Sinai, yang ingin meninggalkan Mesir.
Bulan lalu, pemerintah Israel mendesak warganya agar tidak mengunjungi Mesir, dan mengatakan, ada ancaman yang jelas terhadap para wisatawan di sana. (bbc/afp)