Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Draft UUD Iraq Desepakati, Sunni Tetap Tak Setuju

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Agustus 2005 05:22
Bagikan
Bagikan

Senin, 29 Agustus 2005

Hidayatullah.com–Meski telah melewati perdebatan panjang,  para anggota Komisi Penyusun UUD Iraq akhirnya menyepakati draft UUD. Seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters, dalam waktu dekat Kantor Presiden Iraq akan mengumumkan isi draft UUD tersebut. Menurut sejumlah sumber di Kantor Presiden Iraq, diperkirakan bahwa kesepakatan para anggota Komisi Penyusun UUD Iraq itu terkait pelaksanaan jajak pendapat terhadap draft UUD tersebut.

Para perunding Arab-Sunni dalam satu pernyataan bersama Minggu (28/8) menolak rancangan RUU Iraq dan mendesak PBB dan Liga Arab turun tangan. Dekarasi itu merupakan yang pertama dari 15 anggota panel Sunni itu menyusul pengumuman pemerintah Irak yang dipimpin Syiah yang menyebutkan piagam RUU itu telah lengkap dan siap untuk diajukan kepada para pemilih dalam satu referendum diadakan 15 Oktober.

Beberapa anggota panel Sunni itu mengatakan sebelumnya bahwa mereka secara pribadi menolak dokumen itu terutama tentang federalisme, identitas Iraq dan referensi tentang Partai Baath Saddam Hussein yang didominasi Sunni.

"Kami nyatakan tidak setuju dan kami menolak pasal-pasal yang menjelaskan dalam rancangan itu dan kami tidak mencapai konsensus mengenai hal itu guna mengesahkan rancangan UU tersebut," demikian pernyataan itu yang dibacakan oleh Abdul-Nasser al-Janabi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada saat yang sama, Juru Bicara Dewan Perundingan antara Dewan Nasional Iraq dan Anggota Komisi Penyusun UUD Iraq, Shaleh Al-Mutlak menepis kabar tentang penandatanganan draft UUD tersebut oleh kelompok Arab Sunni.

Seorang pejabat yang dekat dengan kelompok Sunni Iraq dalam Komisi Penyusun UUD Irak mengatakan, pendapat kelompok Sunni akan disampaikan secara resmi dalam sebuah konferensi pers.

Sebagian besar anggota Komisi Penyusun UUD Irak hari ini menandatangani dan menyetujui draft UUD Iraq. Draft akhir UUD tersebut juga telah diserahkan kepada Dewan Nasional Irak. Laporan terbaru yang kami terima dari Kantor Berita Reuters menyebutkan, Komisi Pemilihan Umum Iraq belum menentukan tanggal pasti pelaksanaan jajak pendapat draft UUD Iraq. Menurut keterangan seorang pejabat Komisi

Ditandatangani
 
Meski sebagian besar anggota komite menyetujui naskah, kelompok Sunii tetap kurang setuju, meskipun usaha amandeman terakhir gagal menghilangkan kekhawatiran kelompok minoritas Arab Sunni.

Umumnya warga Sunni kecewa terhadap gagasan federalisme, karena khawatir hal itu akan menyebabkan Iraq pecah.

Ketidaksepakatan terkait pada peran Islam, federalisme dan alokasi sumber daya. Masyarakat Sunni secara de facto memiliki hak veto dalam referendum, sehingga kemungkinan besar konstitusi tidak akan diberlakukan.

Sementara itu sebelumnya, Presiden Amerika, George W Bush, menyerukan agar rakyat Amerika bersabar dengan situasi di Iraq dan memperingatkan bahwa pengorbanan masih harus dilakukan.

"Usaha kami di Iraq, dan lebih luas lagi di Timur Tengah, akan memerlukan lebih banyak waktu, pengorbanan dan tekad yang terus berlanjut" demikian katanya dalam pidato mingguan di radio.

"Seperti para pendiri negara kami dua abad lalu, Irak berusaha keras menangani masalah yang sulit, seperti peran peran pemerintah federal. Yang penting adalah Irak sekarang menangani masalah ini melalui perdebatan dan pembicaraan, tidak dengan senjata," Bush mengatakan.

Ia berjanji Amerika Serikat akan terus membantu Iraq selama masa ini.

"Warga Irak bekerjasama membangun bangsa yang bebas yang menyumbang pada perdamaian dan kestabilan di kawasan itu, dan kami akan membantu mereka untuk berhasil." Bush mengatakan.

Karena itu, pihak Sunni meminta dunia Arab dan PBB segera bertindak. "Kami serukan Liga Arab, PBB dan organisasi internasional agar turun tangan agar dokumen itu tidak disahkan dan agar dilakukan perbaikan," katanya.

Sunni memboikot pemilihan 30 Januari lalu, sehingga memungkinkan Syiah dan Kurdi menguasai sebagian besar Majelis Nasional beranggota 276 orang itu. Sunni akan menolak pemilihan umum Desember dan menyerukan semua warga Irak ‘dari Basra ke Mosul’ untuk mendaftarkan diri dan ikut memilih. (ap/mi)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawan TV Reuters Tewas Ditembak Pasukan AS
Tulisan selanjutnya Ormas Islam Minta Hakim Batalkan Gugatan Korban Stigma PKI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak

Berita
22 Juli 2026 19:54
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon

Terbaru

  • Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
  • Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Melarang Akses Media Sosial Bagi Anak-anak
  • PM Andy Burnham Izinkan Pangkalan Militer Inggris Dipakai Amerika untuk Menyerang Iran
  • Perang Amerika Serikat atas Iran Sejauh Ini Menelan Biaya $37,5 Miliar Kata Pentagon
  • Belanda Resmi Larang Impor dari Permukiman Ilegal ‘Israel’ Mulai September
  • MUI: KUII VIII Jadi Forum Dialog Umat dan Negara, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tata Kelola Tambang
  • ‘Israel’ Larang Masuk Siapa Pun yang Menyebutnya Negara Apartheid
  • MUI Akan Surati Presiden dan Kapolri Terkait Penangkapan Warga Negara Palestina
  • MUI Bersama 87 Organisasi Islam Sudah Siap Gelar KUII ke-VIII, Bahas Berbagai Isu Nasional dan Global
  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?