Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Uang Penjualan Minyak Iraq Raib

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2005 20:54 8:54 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2005 20:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Acara File On 4 BBC mendapatkan informasi bahwa dari sekitar 20 miliar dolar yang dihasilkan dari pendapatan minyak selama masa pemerintahan yang dikendalikan Amerika Serikat (AS), penggunaan uang sekitar 8,8 miliar dolar tidak jelas.

Tim audit pemerintah mengecam Otorita Sementara Koalisi, CPA, karena lalai mengelola uang tersebut secara seksama.

Dalam salah satu kasus, auditor mengatakan, kunci brankas yang menyimpan jutaan dolar disimpan dalam sebuah ransel terbuka di sebuah kantor.

Dana sebesar 8,8 miliar dolar yang hilang itu mencapai lebih dari 40 persen dari pendapatan minyak Iraq.

“Kendali internal tidak memadai untuk bisa menjamin uang itu dibelanjakan untuk kepentingan warga Iraq, sebagaimana diamanatkan resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata kepala staf audit, Ginger Cruz.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Minta suap

“Kita katakan, karena CPA berkuasa, dan memang bertangggungjawab sebagai penjaga uang tersebut, diharapkan ada pengawasan yang lebih baik terhadap dana tersebut,” kata Cruz.

Bahkan, meski terjadi kekacauan pasca perang, auditor tetap berkeyakinan pengelolaan uang itu seharusnya jauh lebih ketat.

Laporan auditor tahun sebelumnya mengungkapkan bukti kecerobohan besar-besarn dengan dana besar tersebut.

Dalam salah satu kasus, dana 1,4 miliar dolar, yang diperkirakan berbobot 14 ton, dialihkan ke sebuah bank dengan helikopter, namun tidak selembar kuitansi setor pun diterima. Ini [pembebasan Iraq] merupakan saat kunci, dan ini peluang besar hilang akibat cara penanganan

Sebuah perusahaan Amerika dituduh telah menggelembungkan keuntungannya secara besar-besar dengan membentuk perusahaan fiktif dan mengirim faktur palsu, yang dibayar oleh koalisi.

Perusahaan lain dituduh menuntut pembayar komisi yang tidak jelas, dan kemudian dibayar dengan dana milik Iraq.

Sejumlah pejabat Koalisi dilaporkan secara terang-terangan menuntut suap tunai hingga 300 ribu dolar.

Seperti dikutip BBC, banyak warga Iraq marah dengan cara pasukan koalisi menangani dana mereka, khususnya uang yang diperoleh dari minyak, dan terlebih-lebih jumlah uang yang sangat besar akhirnya jatuh ke tangan pengusaha asing.

Claude Hankes-Drielsma, mantan penasihat Dewan Pemerintah Iraq, yang bekerjasama dengan pemerintah koalisi mengatakan, kurangnya pengendalian dana juga merupakan pukulan bagi AS.

“Ini sangat disesalkan, mengingat pembebasan Iraq merupakan prestasi besar. Ini juga diakui oleh warga Iraq, namun cara penanganan perkembangan setelah itu merupakan petaka,” tandanya.

Mantan kepala koalisi, Duta Besar Paul Bremer, mengatakan, auditor tidak memhami konteks operasi Otorita.

Standard akuntansi Barat tidak bisa diterapkan di tengah peperangan, kata Bremer. Jadi kemana larinya uang-uang minyak itu?. (bbc/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Washington Paksa Qatar jual al-Jazeera
Tulisan selanjutnya DPR Temukan TKW yang diperjuabelikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Berita
21 Juli 2026 18:32
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?