Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Washington Paksa Qatar jual al-Jazeera

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2005 13:07 1:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2005 13:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–“Kami baru melantik beberapa anggota baru dalam sidang redaksi al-Jazeera, termasuk mencari jalan terbaik menjualnya,” kata seorang pegawai Qatar yang meminta identitasnya dirahasiakan.

“Kami memang pusing bukan saja disebabkan tekanan Amerika tetapi juga pening terhadap pengiklan negara lain,” katanya beralasan kepada koran New York Times (NYT) kemarin malam. Rencana penjualan stasiun TV tersebut banyak diduga akan membawa kepada perubahan cara pemberitaan TV yang populer sejak serangan AS ke Iraq tahun 2003 itu.

Para pejabat AS seperti Wakil Presiden, Dick Cheney, Donald H Rumsfeld, Condoleezza Rice dan Colin L Powell pernah menyuarakan kemarahan terhadap pemberitaan al-Jazeera khususnya mengenai Iraq kepada pemimpin Qatar.

Memetik seorang pejabat Amerika, NYT mengatakan, al-Jazeera bukan saja tidak disukai pemerintahan AS tetapi juga dianggap mencetuskan kemarahan warga Arab Saudi, Iran, Mesir dan negara lain. “Tentu apa yang mereka lakukan ada betulnya,” kata pejabat itu dikutip NYT.

NYT memetik pejabat di Washington yang mengakui bahwa mereka keberatan mengulas mengenai al-Jazeera karena tidak ingin dituduh mencoba menghambat kebebasan bersuara.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Salah seorang awak pemberitaan al-Jazeera, Ahmed Sheikh, mengatakan, “Kami faham mengapa Amerika tidak suka dengan berita kami.

“Tetapi, jika ada siapapun yang ingin menjadikan kami menjadi jurubicara mereka, kami tidak akan melakukannya.

“Kami pihak yang bebas dan tidak memihak serta tidak pernah ditekan pemerintahan Qatar supaya mengubah pemberitaan.”

Tekanan pada pihak al-Jazeera itu begitu kuat, ujar pejabat senior Qatar. Karenanya, pihak pemerintah Qatar berusaha secepat mungkin untuk menjual stasiun TV itu ke pasar. Pejabat Qatar mengatakan bisa menjual stasiun kebanggaan orang Arab itu akhir tahun ini.

Menurut emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al Thani anggaran al-Jazeera akhir tahun lalu mencapai 120 juta dolar, termasuk subsidi 50 juta USD dari pemerintah Qatar.

Propaganda

Amerika telah mengincar televisi yang memulai siaran tahun 1996 itu sejak lama. Terutama semenjak berbagai liputannya di Iraq tahun 2003. Kebencian AS semakin meningkat setelah media tersebut menyiarkan liputan langsung mengenai korban-korban sipil pemboman gencar AS di kota Fallujah pada bulan April.

Jurubicara militer AS, Mark Kimmitt, pernah melakukan propaganda dengan menyerukan agar mengalihkan siaran al-Jazeera pada saluran media lain.

Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld bahkan lebih jauh lagi. “Saya dapat mengatakan dengan tegas bahwa apa yang dilakukan Al Jazeera adalah jahat, tidak tepat, dan tidak dapat dimaafkan.”

“Namun anda tahu apa yang dilakukan pasukan kita,” tambahnya, “mereka tidak keliling dan membunuhi ratusan orang sipil. Hal tersebut omong kosong! Apa yang dilakukan stasiun TV tersebut amat memalukan.”

Propaganda dan kebencian AS terhadap al-Jazeera bukan hal baru. Dalam beberapa peristiwa, para koresponden al-Jazeera sering dilarang memasuki kantor-kantor pemerintah atau konferensi pers di Iraq.

Sejak peristiwa penjajahan AS ke Iraq, penonton al-Jazeera diperkirakan mencapai 30 hingga 50 juta orang, jauh meninggalkan penonton dari stasiun televisi lain. Seorang politikus Arab mengatakan, peristiwa ini melengkapi wajah ganda pemerintahan Amerika juga suka memberangus kebebasan. (NYT/bh/ips/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bayi Ajaib yang Menjelajah Dunia dengan Jarinya
Tulisan selanjutnya Uang Penjualan Minyak Iraq Raib

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?