Hidayatullah.com–Ribuan warga muslim berderet di jalan utama Sarajevo kemarin. Mata mereka mengikuti lewatnya truk-truk trailer yang mengangkut 610 peti mati korban pembantaian Srebrenica 10 tahun lalu oleh pasukan Serbia. Air mata berlelehan saat doa mereka bisikkan.
Mayat-mayat itu baru saja teridentifikasi. Masih banyak lagi yang terpendam entah di mana. Ke-610 jenazah itu akan dikuburkan Senin lusa, bertepatan dengan 10 tahun pembantaian itu.
"Putra sulungku ada di truk itu," isak Sabra Mujic, 64. "Saya masih kehilangan suami dan putraku yang lain. Saya berharap agar mereka akan di sini bersama."
Di antara yang melepas jenazah itu adalah anggota kepresidenan dari Muslim Bosnia Suleiman Tihic. Anggota kepresidenan dari etnis Serbia dan Kroasia tidak hadir.
Pembantaian Bosnia 1992-1995 menewaskan 250 ribu orang, kebanyakan muslim. Yang paling mengerikan terjadi di Srebrenica, Juli 1995.
Setidaknya 8.000 muslim, kebanyakan anak-anak lelaki dan pria, dibantai di Srebrenica oleh tentara Serbia. Kejadian itu tepat di depan mata pasukan PBB dari Belanda yang menjamin Srebrenica jadi "wilayah aman" (safe haven).
Hingga saat ini, 5.000 sisa jenazah ditemukan di 60 kuburan masal di Srebrenica. Yang sudah teridentifikasi lewat metode DNA adalah 2.079 jenazah, 1.327 di antaranya sudah dikebumikan.
Dalam memperingati 10 tahun perang saudara itu, pemerintah Serbia mengutuk kejahatan perang di sana, namun tak menyebut sepatah kata pun tentang pembantaian Srebrenica. Padahal, itulah pembantaian terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
Hingga saat ini, dua penjahat perang Serbia Bosnia, Radovan Karadzic dan komandan militer Ratko Mladic, belum bisa ditangkap. Diperkirakan, dia bersembunyi di Serbia. (ap/afp/jp)