Hidayatullah.com–Perdana Menteri Inggris Tony Blair berjanji untuk bekerjasama dengan umat Islam negara itu demi menebarkan pesan perdamaian dan ketentraman agama Islam di dunia. Dalam pidatonya di Majlis Rendah Inggris Senin kemarin, kepada umat Islam negara ini Blair mengatakan, masyarakat Inggris akan selalu bangga menjalin kerjasama secara komprehensif dengan umat Islam Inggris.
Blair juga menyatakan bahwa aksi peledakan beruntun di London Kamis lalu adalah ulah para ekstrimis, dan semua warga Inggris harus bersatu melawan terorisme.
Sementara itu, Dewan Umat Islam Britania menegaskan bahwa para pelaku peledakan London sebenarnya adalah orang-orang yang dimusuhi Islam.
"Apapun etnis dan agamanya, para pelaku serangan yang tak mengenal kasih sayang di London Kamis lalu itu adalah musuh bagi umat Islam dan umat lain non-Muslim," tandas Iqbal Sakrani, Kepala Dewan Umat Islam Britania.
Dia kemudian menyayangkan adanya sebagian orang di tengah masyarakat Inggris yang berusaha menyalah-gunakan situasi sekarang untuk mengganggu umat Islam dan merusak tempat-tempat peribadatan umat Islam.
Kebencian terhadap Islam
Sebagaimana diketahui, insiden ledakan bom di London beberapa hari lalu membuat hidup komunitas muslim negara itu benar-benar merasa tak nyaman. Hingga detik ini, tidak ada keterangan apapun yang berhasil dirilis pihak keamanan Inggris mengenai pelaku persistiwa teror tersebut.
Akan tetapi, suara-suara kebencian terhadap ummat Islam semakin meluas di negara itu. Berbagai laporan menyebutkan bahwa kawasan-kawasan pemukiman kaum muslimin di seantero Inggris menjadi sasaran ancaman serangan kelompok-kelompok tak dikenal.
Kemarin, seperti diberitakan hidayatullah.com, satu masjid di Inggris bagian barat laut dibakar. Beberepa pusat kegiatan Islam di Selandia Baru juga dirusak orang tak dikenal.
Sebelumnya, PM Tony Blair menuduh Islam sebagai pelaku bom London. Pernyataan Blair yang asal tuduh ini tak urung membuat kalangan Islam, yang juga menjadi bagian korban bom sangat tersinggung. (irna/hid/cha)