Jum’at, 2 September 2005
Hidayatullah.com–Sejumlah Pejabat Negara Bagian Westfalia Utara Jerman berniat untuk memberlakukan pelarangan jilbab di seluruh sekolah kawasan tersebut. Sebagaimana dilaporkan Kantor Berita IRIB, Kamis, (1/9) kemarin.
Birokrat Urusan Sekolah di negara bagian Westfalia Utara menyatakan, “Para pengajar di sekolah-sekolah kawasan ini tidak seharusnya mengenakan jilbab.”
Tiga juta muslim yang mayoritasnya adalah orang-orang Turky hidup di Jerman. Diberitakan juga, pelarangan jilbab ini juga berlaku di negara bagian Baden Wurttebberg.
Setahun lalu, partai dominan di parlemen Jerman seolah tak ketinggalan meniru langkah Perancis memberangus jilbab. Parlemen Jerman ketika itu akan menawarkan rancangan undang-undang (RUU) anti jilbab.
Menurut mereka, pemakaian jilbab lebih kepada aktualisasi politik ketimbang menjalankan praktek agama.
Pimpinan partai dominan konservatif itu, Franz-Josef Jung, berdalih bahwa penutup kepala lebih merupakan penampilan politik daripada penampilan simbol agama. Menurut ketika itu, jilbab lebih merupakan simbol pemaksaan. Jung adalah pimpinan partai konservatif Jerman, Partai Demokrat Kristen (PDK). (tgd/irib)