Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Dipenjara Gara-gara Yahoo?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 September 2005 04:17
Bagikan
Bagikan

 

Kamis, 8 September 2005

 

 

Hidayatullah.com–Anda pengguna setia internet? Hati-hati data
anda bisa masuk intel. Cerita bermula ketika pemerintah China menangkap Shi Tao (37),
Seorang mantan wartawan Contemporary Business News. Shi Tao ditangkap berkat
informasi Yahoo Inc. Salah satu perusahaan search engine ternama dunia.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Shi ditangkap di rumahnya di Provinsi Shanxi November lalu. Dia divonis 10 tahun
penjara karena dianggap membocorkan rahasia negara.

Ceritanya bermula ketika Shi memasukkan perintah pemerintah China ke dalam internet yang berisi melarang
media-media China
memperingati 15 tahun tragedi Tiananmen, Beijing,
pada tahun lalu.

Peristiwa Tiananmen masih meninggalkan sejarah kelam karena
aktivis demokrasi China
tewas dilindas tank-tank tentara pada 1989 silam di Tiananmen
Square.

Namun menurut dokumen pengadilan, identitas Shi dapat
dilacak setalah mendapat bantuan Yahoo Holdings (Hongkong) Ltd., anak cabang
jaringan global Yahoo di China.

Pengadilan menjadikan e-mail Shi menjadi barang bukti.
Informasi dari Yahoo menyatakan, pada 20 April 2004, Shi mengirim e-mail dengan
IP address … dan nomor telepon… dari Hunan Contemporary Business News. Dari
situlah identitas Shi bisa dilacak.

Sebelum Shi, banyak wartawan China lain yang menghadapi
persoalan serupa dengan tuduhan melanggar hukum keamanan. Sebagaimaba
diketahui, pemerintah Komunis China
memang memegang kontrol seluruh informasi, meski sudah memasuki abad internet.

Peristiwa ini membuat gusar banyak pengamat media.
Organisasi media itu menuduh perusahaan Yahoo! memberi penyelidik pemerintah
Cina informasi yang membantu mengkaitkan alamat e-mail pribadi Shi Tao dengan
pesan di komputernya.

Mereka menganggap Yahoo! Menjadi kaki-tangan pihak rezim
Komunis China.

"Kami tahu bahwa Yahoo! membantu rezim China dalam menegakkan sensor dan sekarang kami
tahu bahwa Yahoo! juga bertindak sebagai informan polisi China," kata Reporter Tanpa
Batas (RWB) dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, Pauline Wong, kepala pemasaran Yahoo!
Hongkong, masih belum mau berkomentar. "Kami masih memeriksanya,"
kelit Wong.

Perusahaan internet Barat sering dikecam karena dianggap menuruti peraturan ketat yang diberlakukan pemerintah China terhadap internet yang oleh Partai Komunis dikhawatirkan bisa menyebarkan pandangan yang berseberangan dengan pemerintah.

Juni lalu, Microsoft dikecam karena menyensor tulisan di
sejumlah situs blogger (buku harian internet).

Perusahaan internet Barat mengatakan mereka harus mengikuti
peraturan pemerintah tempat mereka beroperasi dan menegaskan bahwa karena China akan
menjadi pasar internet terbesar di dunia, mereka harus menurutinya. Nah, jika
anda merasa media internet adalah aman, anda keliru!. (afp/ap/jp/bbc/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rabi Yahudi Anggap Katrina Hukuman Tuhan
Tulisan selanjutnya Pemilu Mesir di Bawah Bayangan Kecemasan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?