Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Partai Berkuasa Thailand Minta Pemerintah Menutup Madrasah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 September 2005 03:29
Bagikan
Bagikan

Jum’at, 16 September 2005

 

 

 

 

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hidayatullah.com—Sebuah partai paling berkuasa di Thailand meminta mebut sekolah-sekolah madrasah. Vichai Chaijitwanichkul, anggota dewan dari Provinsi Udon Thani mengatakan, sekolah yang juga dikenal dengan pondok pesantren itu merupakan penyebab utama gerakan militansi yang memicu tewasnya tak kurang dari 1.000 orang sejak Januari 2004, di Narathiwat, Pattani dan Yala -tiga provinsi di negara dengan sebagian besar penduduknya beragama Buddha yang mayoritas warganya adalah muslim.

Pemerintah Thailand menuduh tindak kekerasan itu dilakukan oleh pergerakan separatis muslim.

Vichai mengatakan dia mewakili 25 anggota dewan dari Partai Rak Thai, yang dipimpin Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, berusaha mencari cara untuk mengakhiri tindak kekerasan itu.

Dia mengatakan, kelompok itu percaya bahwa beberapa ratus pondok pesantren di Thailand merupakan ”akar masalah terjadinya kekerasan,” dan pemerintah harus menutupnya. Kebanyakan pondok pesantren tersebut berdiri di daerah selatan Thailand.

”Salah satu alasan utama imbauan untuk penutupan pondok pesantren itu adalah karena beberapa guru di sekolah-sekolah ini adalah para ekstrimis muslim, yang mendorong tindak kekerasan di antara anak didiknya. Bukti menunjukkan bahwa sejumlah besar siswa dan guru di sekolah-sekolah tersebut terlibat dalam gerakan separatis,” kata Vichai.

Sementara itu, Nidir Waba, kepala asosiasi sekolah Islam di selatan mengecam upaya penutupan itu. ”Allah akan mengutuk orang-orang yang menutup sekolah-sekolah itu. Semua orang akan melawan pemerintah jika Thaksin menyetujui ide tersebut.”

Dia mengatakan 480 sekolah yang bergabung dengan asosiasi yang dipimpinnya bekerjasama dengan pemerintah dan tidak pernah membuat masalah.

Upaya ‘memberangus’ sekolah-sekolah Islam baik madrasah dan pondol pesantren bukan hal baru. Sebelumnya, pemerintah Pakistan juga sedang mengawasi madrasah dan pondok pesantren.

Kampanye melawan terorisme yang dipropagandakan Amerika, sering dijadikan alasan untuk memberangus sekolah-sekolah Islam. Sebelumnya, beberapa negara Barat bahkan mengusulkan agar pondok-pesantren yang jumlahnya ribuan di Indonesia untuk berganti kurikulum. (ap/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertemuan Rahasia Menlu Indonesia dan Menlu Israel
Tulisan selanjutnya Iran Siap Berbagi Teknologi Nuklir ke Negara Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?