Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ulama Mesir Cekal Novel El Saadawi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juni 2004 12:50 12:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juni 2004 12:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ulama Mesir akhirnya melarang novel karya Nawal El Saadawi, seorang feminis Mesir karena dianggap menghina Islam. Sekjen Majma’ al-Buhûts al-Islâmiyah, Syekh Ibrahim Atha menilai, penyitaan novel karya Nawal el Saadawi dilakukan karena pemikiran-pemikirannya telah menyerang ajaran Islam. Selain itu, menurutnya, penulis juga mengutip beberapa ayat Al-Quran dengan tujuan untuk mencela ajaran-ajaran Islam, baik secara akidah ataupun syariah.

“Maka dari itu, Majma’ Buhûts al-Islâmiyah mengeluarkan keputusan untuk melarang peredaran novel itu di kalangan pembaca dengan tujuan menjaga akidah ruh agama dari penghinaan,” kata Syekh Ibrahim dikutip Gatra.

Menurut Ibrahim, pihaknya tidak menentang ide dan pemikiran, sebab pena tidak pernah berdosa. “Tapi jangan menghina agama, atau simbol-simbol keagamaan,” tegasnya. Ia menunjuk tokoh yang disebut Nawal sebagai al-Imâm, yang merupakan istilah keislaman. Ia menilai, Nawal menginginkan umat Islam selalu mencurigai sosok al-Imâm itu.

Penyitaan novel Nawal el Saadawi dan empat buku lainnya menjadi polemik yang semakin memanas. Al-Azhar dinilai tak sekadar mengeluarkan rekomendasi, tapi juga boleh melakukan kontrol hukum, penyitaan langsung dan inspeksi mendadak ke toko-toko buku.

Tentu saja keputusan ulama Mesir ini membuat kalangan penganut liberalisme kebakaran jenggot. Beberapa pemuja faham liberal menganggap hak esekusi hukum kepada ulama Al-Azhar merupakan tindakan membahayakan dan mengotori fungsi tokoh agama karena melanggar prinsip kebebasan berpikir dan berkarya sebagaimana alasan klasik para pemuja liberalisme.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Nabi Kaum Feminis

Kamis lalu, Majma’ al-Buhûts al-Islâmiyah memutuskan menyita novel Nawal El Saadawi bverjudul Suqûth al-Imâm (Jatuhnya Sang Imam: versi terjemahan Inggris, The Fall of The Imam. Lembaga Islam Al-Azhar yang paling berpengaruh dan memiliki otoritas hukum kemudian melarang dan memberangus buku-buku yang dianggap melanggar ajaran Islam sesuai dengan Undang-Undang Mesir Nomor 103 Tahun 1661 Pasal 15.

Novel Nawal tersebut dilarang bersama buku-buku lain, Al-Mâsûniyah: Diyânah am Bid’ah karya Alexander Shahin, Madînah Ma’âjiz al-A’immah al-Itsnâ ‘Asyar dan Dalâ’il al-Hajj ‘Ala al-Basyr, dua-duanya karya Sayyid Hasyim Al-Bahrani, serta Nidâ’ Ilâ Dlamîr al-Ummah karya Ali Yusuf Ali yang isinya banyak membuat marah ulama Al-Azhar.

El Saadawi adalah nabi kaum feminis yang dipuja-puja dunia Islam. Selain sastrawan, El Sadawi juga seorang ahli sosiologi dan dokter. Bukunya yang pernah diterbitkan adalah The Hidden Face of Eve (Wajah Rahasia Kaum Hawa) Women at Point Zero (Perempuan di Titik Nol), Death of an Ex-Minister (Akhir Hayat Seorang Mantan Menteri).

Sekitar tahun 1980-an ia pernah dipenjarakan atas tuduhan “perbuatan kriminal terhadap negara”. Karya-karya semakin ‘liar’ dan sering menggugat otoritas ulama setelah dirinya hijrah ke luar negeri dan banyak dipakai para akademisi di berbagai universitas di Amerika.

The Fall of the Imam (Jatuhnya Sang Imam), berisi tentang kejatuhan para pemimpin yang selalu bersembunyi di balik nama agama dan Tuhan. Oleh pemuja gerakan liberalisme, buku ini dianggap ‘berani’ karena dianggap mendobrak sistem ajaran agama yang sudah mapan meski jelas melanggar prinsip syari’ah Islam. (gtr/hid/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun Meninggal di Penjara
Tulisan selanjutnya 70 Ormas Islam Dukung Amien

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Gaza dan Kematian Jurnalisme Barat
Berita

Al Jazeera Desak Masyarakat Internasional Hukum ‘Israel’ usai Pembunuhan Jurnalisnya

Berita
22 Juni 2026 10:51
‘Israel’ Gelontorkan Dana untuk Ubah Situs Arkeologi Palestina Jadi Situs Yahudi
Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
Prancis dan Jerman Sepakat Kelola Bersama Perusahaan Senjata KNDS
Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah

Terbaru

  • Zionis ‘Israel’ Habiskan Hampir Rp3.673 Triliun untuk Perang sejak 7 Oktober
  • Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
  • Jadi Target, Koresponden Al Arabiya Tewas di Mukalla Yaman
  • Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
  • Amerika Serikat Kembali Buka Kedutaannya di Kuwait Usai Serangan Iran
  • Tujuh Negara Eropa Menyeru RSF untuk Menghentikan Segera Kekerasan di Sudan
  • Prancis Umumkan Kasus Pertama Ebola di Wilayahnya
  • Italia Geram Sekjen NATO Ungkap Perannya Bantu Amerika dalam Perang Iran
  • Seorang Pemimpin ISIS Terbunuh Dalam Serangan Amerika di Suriah
  • Iman, Ilmu, dan Amal: Tiga Pilar Kebangkitan Umat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?