Selasa, 25 Oktober 2005
Hidayatullah.com–Penayangan gambar-gambar video yang menunjukkan aksi pembakaran jasad dua pejuang Taliban di Afganistan oleh pasukan militer AS, membangkitkan kemarahan rakyat negara ini. Ghulam Faruq, salah seorang ulama yang aktif di Masjid Jami’ kota Herat, bagian barat Afganistan, mengatakan kepada kantor berita Perancis, rakyat Afganistan dan seluruh muslimin di dunia tidak boleh tinggal diam. Karena jika mereka diam AS akan semakin brutal, katanya.
Syamsuddin, salah seorang ulama kota Qandahar, Afgainstan selatan, juga mengatakan, jika para pelaku pembakaran ini tidak ditindak, rakyat Afganistan akan bangkit menentang AS, karena tak seorang muslim pun menerima perlakuan keji seperti ini.
Tiga hari lalu, TV Australia menayangkan film dan gambar-gambar pembakaran dua jasad pejuang Taliban di Afganistan oleh pasukan militer AS.
Berdasarkan tayangan tersebut, setelah pembakaran, pasukan militer AS menjadikan jasad itu untuk melancarkan perang urat saraf terhadap Taliban.
Menurut laporan jaringan TV Australia, peristiwa pembakaran dua jasad pejuang Taliban ini direkan oleh wartawan Australia yang berada bersama pasukan AS di Afganistan, awal Oktober lalu.
Pasukan Amerika, bahkan secara sengaja melakukan pembakaran jasad anggota Taliban itu dengan dihadapkan ke kiblat umat Islam. (irib/cha)