Selasa, 15 November 2005
Hidayatullah.com–Kantor berita nasional Palestina WAFA melaporkan, pusat informasi para tahanan Palestina, Ahad kemarin, dalam stetmennya berbicara tentang berlanjutnya cara-cara militer zionis dalam menculik warga Palestina.
Mereka jugta menyebut, cara-cara seperti ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata antara rezim ini dan Otoritas Palestina.
Dalam stetmen tersebut dikatakan, mayoritas tahanan adalah kaum muda penduduk kota Al-Khalil dan Jenin di Tepi Barat Sungai Jordan.
Pusat informasi para tahanan Palestina juga menyinggung berbagai siksaan yang dialami para tahanan ini dipenjara-penjara rezim penjajah Quds.
Para penjaga penjara Zionis tidak pernah menaruh perhatian kepada para tahanan yang sakit, dan mereka akan membungkam dengan keras segala bentuk protes yang disampaikan.
Berdasarkan laporan sumber-sumber Palestina, lebih dari 8000 warga Palestina mendekam di penjara-penjara rezim zionis dalam kondisi yang amat buruk.
Memblokir Jalur Gaza
Selain itu, Otoritas Palestina juga menuduh Yahudi berusaha memblokir perekonomian Jalur Gaza.
Kantor berita AFP melaporkan dari Gaza, Muhammad Dahlan, Menteri urusan Sipil Palestina, Ahad kemarin, seusai perundingannya dengan James Wolfenson, utusan khusus kelompok 4 ke Timur Tengah, mengatakan, "Dengan menciptakan berbagai kesulitan dalam perundingan tentang pembukaan pintu-pintu gerbang perbatasan, Yahudi berusaha mengepung Jalur Gaza dari segi ekonomi.
Wolfenson juga memperingatkan Israel tentang dampak-dampak buruk berlanjutnya penutupan jalur-jalur perdagangan Palestina, dan mengatakan, hal ini sangat merugikan para petani Palestina, karena dengan berlanjutnya kondisi seperti ini, hasil-hasil pertanian mereka akan membusuk.
Pasukan militer rezim zionis, pada tanggal 7 September, tidak lama setelah berakhirnya penarikan mundur rezim ini dari Jalur Gaza, menutup pintu gerbang Rafah. Sejak saat itu hingga kini pintu gerbang ini hanya beberapa kali saja terbuka untuk sejumlah kecil warga Palestina.
Pembukaan pintu gerbang Rafah yang merupakan perbatasan antara Jalur Gaza dan Mesir dan satu-satunya pintu hubungan Palestina dengan dunia luar, adalah salah satu masalah terpenting yang diperselisihkan antara Otoritas Palestina dan rezim zionis. (irib)