Selasa, 22 November 2005
Hidayatullah.com–Perdana Menteri Israel Ariel Sharon mundur dari partai Likud yang dia dirikan menyatakan akan mendirikan partai politik baru. Radio Israel melaporkan Sharon telah mengirim surat kepada Likud yang isinya mengatakan dia mundur dan akan membentuk partai baru.
Kepergian Sharon dari Likud ini akan merombak peta politik Israel yang sudah dinanti selama dua sampai tiga tahun belakangan, seperti dikutip BBC di Yerusalem.
Sebelumnya Perdana Menteri Israel Ariel Sharon meminta Presiden Moshe Katsav untuk melakukan pemilihan umum lebih awal. Moshe Katsav menyatakan hal ini setelah berbicara dengan Sharon hari Senin.
Presiden Israel itu mengatakan dia yakin pemungutan suara harus dilakukan "secepat mungkin".
Runtuhnya koalisi
"Perdana menteri meminta saya untuk membubarkan Knesset karena tidak lagi mampu berfungsi dengan benar dalam bentuknya saat ini," kata Moshe Katsav kepada para reporter setelah bertemu dengan Sharon.
"Saya akan melakukan konsultasi lebih lanjut hari ini," tambahnya.
Sharon dan pimpinan partai Buruh Amir Peretz diyakini telah mencapai kesepakatan awal pekan ini untuk memajukan tanggal pemilihan dari November 2006 menjadi February atau Maret.
Partai Buruh dan Likud membentuk pemerintah persatuan nasional bulan Desember lalu setelah Ariel Sharon kehilangan suara mayoritasnya di parlemen berkaitan dengan rencana sepihak Israel untuk menarik diri dari Jalur Gaza dan beberapa bagian Tepi Barat.
Penarikan yang dilakukan bulan Agustus tahun ini menyebabkan kemarahan banyak politisi garis keras di dalam tubuh partai.
Tetapi meskipun Sharon kehilangan dukungan di dalam partainya sendiri, kebijakan-kebijakannya didukung oleh banyak warga Israel yang tidak ingin menguasai Palestina ataupun berunding dengan mereka, kutip BBC.
Ketua partai Buruh yang baru, Amir Peretz sebelumnya mengumumkan rencana partainya untuk keluar dari pemerintah koalisi.
Sharon merupakan orang penting dibalik kasus pembantai Sabra dan Satila. Ia diduga menjadi orang penting dibalik kasus pembantaian itu. Ketika itu, ratusan pengungsi tewas oleh aksi pembantaian milisi Lebanon Selatan. Sharon ketika itu menjabat sebagai Pangab Israel.
Sharon juga pernah dianggap menghina umat Islam seluruh dunia saat menginjakkan kaki ke dalam Masjidil Aqsa pada tanggal 28 September tahun 2000. Perbuatan sombongnya itu telah menyebabkan kebangkitan besar rakyat Palestina melawan Zionis. (bbc/cha)