Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kerusuhan Xinjiang Sebabkan 140 Tewas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Juli 2009 13:28
Bagikan
Bagikan

Kerusuhan di wilayah Xinjiang menyebabkan sedikitnya 140 tewas. Wilayah ini dikenal sebagai basis kaum Muslim di China

Hidayatullah.com– Kerusuhan terjadi di kawasan Xinjiang, China Barat menyebabkan 140 orang tewas dan lebih dari 800 orang terluka, demikian laporan media resmi. Ratuasn orang juga ditangkap setelah kekerasan pecah di kota Urumqi,  Ahad (6/7).

Aparat China menyatakan, ratusan warga etnis Uighur ditahan menyusul protes yang diwarnai tindak kekerasan di Xinjiang.    Aksi protes yang menyebabkan kekrusuhan itu dilaporkan terjadi menyusul perkelahian berdarah antara suku Uighur dan Han di China selatan bulan lalu.

BBC mengatakan, bentrokan akhir pekan merupakan bentrok paling serius antara aparat dan demonstran di China sejak insiden Lapangan Tiananmen pada tahun 1989.

Saksi mata mengatakan, tindak kekerasan mulai pecah hari Minggu di Urumqi setelah unjukrasa beberapa ratusan orang kemudian membesar dan melibatkan lebih dari 1.000 orang. Ssementara sumber-sumber lainnya menyatakan 3.000 orang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Aparat keamanan dikerahkan untuk mengatasi demonstrasi Aparat keamanan dikerahkan untuk mengatasi demonstrasi. Xinhua melaporkan, demonstran membawa pisau, bata dan pentung, memecahi kaca mobil dan toko, serta melawan aparat keamanan.

Anehnya, mengapa demonstran itu dibalas aparat dengan tembakan secara membabi buta. Lebih aneh lagi, pemerintah Xinjiang justru tak menyesali perbuatannya bahkan menuduh separatis Uighur yang berada di luar negeri merekayasa serangan terhadap etnik Han China.

Kelompok Uighur menegaskan bahwa aksi protes damai menjadi korban tindak kekerasan oleh negara.

Etnik Uighur dilaporkan marah atas bentrokan antar etnik bulan lalu di kota Shaoguan, Propinsi Guangdong.

Tuduhan pada kaum Muslim

Tetapi seorang pejabat senior di sana menyampaikan pernyataan pemerintah bahwa aksi kekerasan itu adalah perbuatan kekuatan-kekuatan garis keras di luar negeri yang membuat pemerintah memberlakukan tindakan tegas keamanan di wilayah yang sudah tegang dan strategis dekat Pakistan dan Asia tengah itu.

“Setelah insiden (Shaogan) tiga kelompok di luar negeri berusaha menghasut dan menggunakan kesempatan untuk menyerang kami, menghasut protes-protes di jalan, kata Nuer Baikeli, gubernur Xinjiang dalam satu pidato di televisi Xinjiang.

“Tiga kekuatan ini mengacu pada kelompok-kelompok yang menurut pemerintah terlibat dalam aksi separatisme, aksi garis keras dan ekstremisme agama.

“Di Xinjiang tidak ada gunanya berbicara tanpa stabilitas,” kata Nuer Baikeli, seorang etnik Uighur.

Uighur secara etnik adalah Muslim Turki Mereka terdiri dari 8 dari 20 juta penduduk. China menguasai lagi tahun 1948 setelah menumpas Turkistan Timur Setelah itu, imigrasi besar-besaran etnik Han

Uighur khawatir erosi kebudayaan tradisional

Selain menyalahkan pihak pendemo, pemerintah juga menuduh kerusuhan terakhir ini dilakukan pengusaha perempuan Rebiya Kadeer, tokoh Muslim Uighur yang tinggal di luar Amerika Serikat.

“Penyelidikan awal menunjukkan kekerasan didalangi kelompok separatis Kongres Dunia Uighur pimpinan Rebiyaa Kadeer,” bunyi pernyataan kantor berita Xinhua.

Rebiya Kadeer adalah seorang wanita pengusaha dari etnik Uighur kini tinggal di AS setelah bertahun-tahun dipenjarakan, dan dituduh terlibat kegiatan-kegiatan separatis. Ia tidak menjawab pesan telepon untuk diminta komentar.

Tetapi kelompok-kelompok Uighur di pengasingan menolak klaim pemerintah adanya satu persekongkolan. Mereka mengatakan kerusuhan itu meletus akibat kemarahan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dan dominasi etnik Han China atas peluang-peluang ekonomi.

“Mereka menyalahkan kami sebagai satu jalan untuk mengalihkan perhatian terhadap Uighur dari diskriminasi dan penindasan yang memicu terjadinya protes itu,” kata Dilxst Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia di pengasingan di Swedia.

“Pada awalnya unjuk rasa itu berjalan damai. Ada ribuan orang meneriakkan yal-yel hentikan diskriminasi etnik … Mereka lelah berdiam diri.”

Mayoritas Muslim

Hampir separuh dari 20 juta jiwa penduduk Xinjiang adalah etnik Uighur. Xinjiang dikenal mayoritas berpenduduk Muslim dan pintu keluar masuk dalam hubungan perdagangan dan energi dengan Asia tengah, dan kaya akan gas, barang tambang dan produksi pertanian.

Tetapi banyak warga Uighur mengatakan mereka menikmati sedikit dari hasil kekayaan itu. Pemerintah China menguasai mereka tahun 1948 setelah menumpas pemberontakan Turkistan Timur.

Pemerintah China segera melakukan imigrasi besar-besaran etnik Han ke wilayah Uighur sehingga suku itu merasa khawatir erosi kebudayaan tradisional tergerus.

Sebagaimana diketahui, pemerintahan China dikenal sangat keras melawan agama, termasuk Islam. Baru-baru ini ratusan kaum Muslim ditangkap dengan tuduhan terorisme. Sebelum ini,  China diyakini berusaha sekuat tenaga membatasi jumlah liputan dari sumber-sumber independen di internet, seperti situs YouTube dan Twitter.

Aksi kekerasan di ibukota  wilayah Xinjiang, Urumqi meletus saat pemimpin China mengunjungi Italia menjelang KTT Kelompok Delapan negara Industri (G-8). Sekjen PBB Ban Ki moon, Senin memimpin desakan internasional bagi pengekangan diri semua pihak di China setelah kerusuhan di wilayah Xinjiang ini. [bbc/afp/ant/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imigrasi Siap Cetak 230 Ribu Paspor Hijau
Tulisan selanjutnya Israel Gagal Bendung Pengiriman Senjata ke Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?