Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

KTT Nuklir, AS Pakai Jurus Menakut-Nakuti

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2010 13:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Jika Al-Qaidah memiliki senjata nuklir mereka “pasti sudah menunakannya tanpa ragu-ragu,” kata Barrack Obama, Ahad (11/4), pada malam pembukaan pertemuan tingkat tinggi guna mencari cara mengamankan persediaan nuklir dunia.

“Satu-satunya ancaman terbesar keamanan Amerika, baik jangka pendek, menengah maupun panjang, adalah kemungkinan organisasi teroris memiliki senjata nuklir,” kata Obama.

“Ini adalah sesuatu yang dapat mengubah wajah pengamanan negara ini dan dunia, beberapa tahun mendatang.”

Layaknya pemimpin Amerika Serikat yang senang menakuti dunia dengan hal berbau teror, Obama melanjutkan, “Jika ada detonator di New York atau London atau Yohannesburg, akibatnya; ekonomi, politik dan keamanan akan porak poranda.”

“Kita tahu bahwa organisasi-organisasi seperti Al-Qaidah sedang dalam proses untuk menguasai senjata nuklir atau senjata pemusnah masal lainnya, dan tidak akan pernah ragu untuk menggunakannya,” kata presiden Amerika berkulit hitam pertama itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pertemuan tingkat tinggi yang dimulai Senin hari ini diikuti oleh 47 pemimpin dunia. Konferensi ini merupakan yang terbesar yang pernah diselenggarakan di AS dalam 65 tahun terakhir guna membahas senjata nuklir.

Di sela-sela KTT, Obama menjadwalkan tatap muka dengan masing-masing negara yang mendapatkan dukungan nuklir dari AS, seperti India, Pakistan, Kazakstan dan Afrika Selatan.

Anak emasnya, Israel, pada detik-detik terakhir membatalkan rencana menghadiri KTT, setelah mendengar kabar bahwa Turki dan Mesir akan mengangkat isu gudang senjata nuklir Israel selama pertemuan. Israel diyakini memiliki 80 hingga 200 senjata berhulu ledak nuklir, tapi Zionis Yahudi itu tidak pernah mau mengkonfrmasi keberadaannya.

Kamis pekan sebelumnya, Obama dan Presiden Rusia Dimitri Medvedev, menandatangani sebuah Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis, yang menyatakan masing-masing akan mengurangi persenjataan nuklir mereka hingga 1.550 buah.

Awal pekan itu juga Obama menyetujui kebijakan nuklir AS, yang berisi janji manis berupa pengurangan persediaan senjata nuklir, tidak akan melakukan tes nuklir, dan tidak akan menggunakan senjata nuklir untuk menyerang negara yang tidak memiliki senjata sejenis. Mengenai bagaimana realisasi sesungguhnya, tentu hanya Amerika yang tahu.

Associated Press melaporkan, setelah menyampaikan pidato pembukaan, Obama menemui Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raja Gilani. Obama tersenyum kepada pemimpin negara yang mendapatkan asistensi penuh dari AS dalam mengembangkan nuklirnya itu.  Keduanya lantas tertawa bersama, namun kata-kata Gilani kurang terdengar..

Ketika para wartawan memasuki ruang pertemuan, Obama berkata kepada Gilani, “Kita telah membuat kemajuan sampai saat ini.” Tidak jelas apa yang dimaksudkan Obama.

Awal pekan Maret 2010 di Harvard’s Memorial Church, Noam Chomsky pernah mengkritik sifat munafik Amerika Serikat dalam masalah nuklir. Paman Sam katanya mendukung Resolusi DK PBB 1887 tentang nonproliferasi nuklir. Tapi pada saat yang sama, negara itu memberikan asistensi penuh pengembangan senjata nuklir kepada tiga negara yang menolak untuk menandatangani resolusi tersebut, yaitu Isarel, Pakistan dan India. [di/ap/aje/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Diplomat Qatar Bikin Kekonyolan di AS
Tulisan selanjutnya Turki yang Lebih Arab?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?