Hidayatullah.com–Sekretaris Negara AS, Rex Tillerson, menegaskan pasukan AS akan tetap berada di Suriah untuk memerangi tentara Bashar al Assad.
Pada saat yang sama, mereka juga berniat untuk mengambil alih kekuasaan pemerintah dari Presiden, Bashar al-Assad dan sekutunya, Iran.
“Penarikan total personel Amerika saat ini akan mengembalikan Assad melanjutkan perlakuan brutal atas rakyatnya sendiri.
“Individu yang membunuh orang mereka sendiri tidak akan bisa mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk menciptakan stabilitas dalam jangka panjang,” katanya di Universitas Stanford dikutip AFP.
Baca: PBB: Pasukan Bashar al Assad Dalang Serangan Gas Sarin
Tillerson menekankan bahwa misi militer AS adalah menghancurkan kelompok DAESH/ISIS dan mencegah kembalinya mereka.
“Pembantai bangsanya sendiri tidak bisa menghasilkan kepercayaan yang dibutuhkan bagi stabilitas jangka panjang,” cetusnya.
Baca: Assad Bilang Barat Mengubah Sikap dan Amerika Mendekatinya
AS telah mengerahkan sekitar 2.000 tentara angkatan darat ke Suriah dan patroli-patroli tempur di sebelah timur negara tersebut. Pasukan itu memburu sisa-sisa kelompok ISIS.
Bekerja sama dengan Pasukan Demokrat Suriah (SDF), milisi yang didominasi pejuang Kurdi, yang dipandang Washington sebagai basis bagi pasukan perbatasan berkekuatan 30.000 personel buat mengawal Suriah timur.*