Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Veteran AS: Insiden Mavi Maramara Sama Seperti USS Liberty

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juni 2010 20:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Veteran Amerika Serikat yang bertugas di atas kapal USS Liberty, ketika kapal tersebut diserang pasukan Israel, menyatakan bahwa apa yang mereka alami sama seperti yang dialami Mavi Marmara.

Tahun ini, tepatnya tanggal 8 Juni, veteran USS Liberty memperingati 43 tahun peristiwa serangan Israel atas kapal milik Angkatan Laut AS tersebut. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini terasa lebih “tajam”, karena adanya insiden Mavi Marmara.

Pada tahun 1967, USS Liberty yang sedang berada di Laut Mediterania diserang tentara Israel, baik lewat laut maupun udara. Akibatnya 34 pelaut AS tewas dan 174 lainnya luka-luka.

Joe Medders, salah seorang veteran USS Liberty, mungkin bisa dibilang sial, sekaligus beruntung, karena harus merasakan dua kali kebiadaban Israel di laut, tapi tetap selamat. Medders berada di atas Mavi Marmara  ketika  tentara Zionis Israel menyerang kapal kemanusiaan tersebut.

Berdasarkan pengalamannya, Medders mengatakan, ada banyak kesamaan antara peristiwa yang dialami Mavi Marmara dan rombongannya, dengan USS Liberty.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Keduanya sama-sama diserang Israel lewat laut dan udara, ketika kapal berada di atas perairan internasional di kawasan Laut Mediterania.

USS Liberty dan Freedom Flotilla  yang terdiri dari 6 kapal, sama-sama tidak membawa senjata ketika Israel menyerang mereka. Dan keduanya juga sedang melakukan aktivitas damai yang legal.

Ketika menyerang Freedom Fotilla, Israel menembaki orang-orang yang ingin menyelamatkan diri, demikian juga ketika menyerang USS Liberty.

Israel memutus jalur telekomunikasi dan mengacaukan radar Freedom Flotilla. Hal serupa dilakukannya atas USS Liberty. Padahal tindakan tersebut jelas melanggar hukum internasional.

Dan yang pasti diketahui, Israel berusaha menghalangi penyelidikan atas kedua insiden tersebut. Dengan berbagai macam dalih dan upaya, Israel berusaha mengalihkan isu dan perhatian dunia internasional agar tidak merongrongnya dengan tuntutan penyelidikan penyerangan atas Freedom Flotilla.

Sementara itu, seperti yang tertulis di laman situs USS Liberty, “8 Juni1967 USS Liberty secara sengaja diserang oleh Israel. 40 tahun kemudian, para kru terus menuntut agar dilakukan penyelidikan yang sebenar-benarnya.”

Jika kapal milik AS yang ditembak Israel berpuluh-puluh tahun tidak mendapatkan pengungkapan masalah secara patut, apatah lagi kapal-kapal yang mendukung rakyat Palestina. [di/imc/ussl/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran Charles: Prinsip Spiritual Islam Selamatkan Dunia
Tulisan selanjutnya Kaum Homo Tel Aviv Terkena Dampak Mavi Marmara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?