Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Karzai: Serdadu Bayaran Menjarah dan Mencuri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Agustus 2010 19:55
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Afghanistan Hamid Karzai membela keputusan untuk melarang jasa keamanan swasta beroperasi di negaranya. Menurut Karzai, para serdadu bayaran itu suka menjarah dan mencuri, memiliki hubungan dengan organisasi kriminal, dan mungkin juga membiayai kelompok perlawanan.

Senin pekan lalu (16/8) Karzai meminta agar tentara bayaran, baik yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri, untuk menghentikan seluruh operasinya dalam waktu empat bulan. Sebuah permintaan yang tentu membuat kalang kabut AS dan sekutunya, karena mereka adalah pihak utama yang membutuhkan kehadiran tentara swasta itu.

AS dan NATO menggunakan jasa keamanan swasta untuk mengawal konvoi yang membawa makanan, air, amunisi dan logistik lain ke basis-basis militer mereka di seluruh penjuru Afghanistan.

Dalam wawancara di televisi ABC News yang dikutip AFP (23/8), Karzai mengatakan bahwa kontraktor keamanan swasta menghalangi upaya pemerintahnya untuk merekrut lebih banyak polisi dan tentara, karena kalah dalam hal besaran gaji. Di samping itu Karzai mengulangi tudingannya atas korupsi yang dilakukan oleh banyak perusahaan keamanan swasta. Mereka juga dituding memberikan uang kepada kelompok-kelompok perlawanan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Karzai, tugas yang dilakukan oleh tentara bayaran tersebut sebenarnya adalah kewenangan dari pihak polisi keamanan Afghanistan.

Sebelum Karzai menyampaikan tuntutan tersebut, Kongres Amerika Serikat telah melakukan penyelidikan mengenai pemorotan uang rakyat AS sebesar USD 4 juta setiap pekan oleh perusahaan jasa keamanan swasta. Dari uang tagihan biaya operasional yang diajukan ke pemerintah AS, sebagiannya dicurigai diberikan kepada kelompok perlawanan agar konvoi yang mereka kawal tidak diserang.

“Saya meminta kepada para pembayar pajak AS agar uang yang mereka cari dengan susah payah tidak dihambur-hamburkan untuk kelompok, yang tidak hanya memimbulkan ketidaknyamanan kepada rakyat Afghanistan, tapi juga kemungkinan berhubungan dengan kelompok mafia dan membiayai militan, pemberontak serta teroris melalui perusahaan-perusahaan itu,” kata Karzai.

“Mereka menjarah dan mencuri dari orang-orang Afghanistan … menyebabkan gangguan kepada rakyat kami,” tegasnya.

“Kita tidak tahu apakah mereka menjadi perusahaan jasa keamanan saat siang hari dan kemudian sebagian dari mereka berubah menjadi kelompok teroris ketika malam tiba,” tambahnya.

Mengenai perlawan terhadap kelompok Taliban, Karzai berpendapat mereka dapat memenangkannya, sebab rencana pembicaraan damai telah disusun.

“Peta jalannya sudah jelas. Afghanistan siap untuk melakukan pembicaraan dengan kelompok Taliban Afghanistan yang bukan bagian dari Al-Qaidah, yang tidak menjadi bagian dari kelompok teroris lain, yang menerima konstitusi Afghanistan serta kemajuan yang telah kami capai beberapa tahun terakhir,” papar Karzai.

Sementara itu senator AS yang vokal dalam masalah Afghanistan dan militer, Lindsay Graham, berubah pendapat setelah baru-baru ini mengunjungi Afghanistan. Ia yang semula menentang keras penarikan pasukan AS, kini bisa menerimanya.

“Saya kira kita bisa mengalihkan kontrol di sebagian wilayah Afghanistan pada musim panas mendatang kepada pihak Afghanistan,” katanya kepada CBS.

Menurut anggota parlemen yang berpengaruh dari Partai Republik itu, enam pekan lalu tidak mungkin dilakukan penarikan pasukan AS dari Afghanistan, namun sekarang kondisinya telah berubah dan dianggap ada kemajuan.

“Saya melihat ada sebuah skenario, jika keadaan terus membaik di sana, daerah-daerah tertentu bisa dialihkan kepada pengawasan pihak Afghanistan. Dan kita bisa menarik sebagian pasukan dengan aman tanpa mengganggu keseluruhan misi perang.”

Tapi Graham menandaskan, “Pada hari terakhir di mana presiden harus menyerahkannya ke rakyat Afghanistan, para pemain regional tahu, rakyat Amerika tahu bahwa kami tidak akan pergi hingga kami sukses.”

Angka kematian di pihak militer AS dan sekutunya terus meningkat seiring dengan akan digelarnya pemilu parlemen bulan depan. Meskipun demikian, Karzai yakin mereka masih bisa menghadapi Taliban.

“Untuk itu kita harus berhenti melakukan cara yang biasanya, dan mulai mengkaji kembali apakah semuanya kita lakukan dengan benar. Apakah kita melakukan hal yang benar dan apakah kita mendapatkan dukungan rakyat Afghanistan? Kita harus memberikan perlindungan kepada rakyat, dan bukannya menimbulkan korban sipil. Kita harus mengakhiri korupsi dan praktik-praktik korup di Afghanistan, yang dilakukan oleh masyarakat internasional melalui kontrak-kontrak yang mereka berikan.” demikian menurut Karzai. [di/afp/ap/f24/hidayatullah.com]

Foto: Getty Images

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Akan Dirikan 2 RS Lapangan di Pakistan
Tulisan selanjutnya Tentara AS “Membelot” dan Jadi Pelatih Taliban

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?