Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Khawatir Diincar FBI, Aktivis Antiperang AS Menolak Bersaksi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Oktober 2010 13:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–para aktivis antiperang yang rumah atau kantornya digerebek FBI terkait investigasi pendanaan terorisme, menolak bersaksi di hadapan para juri sebagaimana diperintahkan.

Para pengacara dari ke-14 aktivis yang dipanggil untuk bersaksi telah mengkoordinasikan tanggapan mereka sejak penggerebekan tanggal 24 September lalu dan sepakat bahwa para kliennya tidak akan berbicara di pengadilan. Demikian keterangan dari Melinda Power, pengacara bagi pasangan suami-istri asal Chicago yang rumahnya diselidiki FBI, sebagaimana dilansir AP.

Para agen intelijen menyisir tujuh rumah dan satu kantor di Minneapolis dan Chicago.

“Mereka merasa juri sekarang ini, dan selama ini, sebagai sebuah alat untuk mengganggu para aktivis,” ujar Power, Selasa (5/10).

Sebagian para aktivis antiperang menolak untuk bersaksi karena mereka tidak ingin menjadi bagian dari apa yang mereka pandang sebagai tindakan mengekang kebebasan berbicara dan berkumpul, kata Jess Sundin asal Minnesota yang rumahnya digeledah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami merasa alasan kami dipanggil dan dicari adalah karena kerja kami dalam gerakan antiperang yang sangat sah dan dilindungi secara konstitusional,” ujar wanita itu.

Sekitar 50 aktivis antiperang hari Selasa (5/10) menggelar protes  di luar Gedung Federal Dirksen di Chicago, tempat di mana para juri berkumpul.

“Kami tidak akan tinggal diam,” seru Stephanie Weiner di hadapan para pemrotes. Dia dan suaminya, Joe Losbaker adalah aktivis asal Chicago yang rumahnya juga menjadi sasaran penyelidikan intel.

Beberapa surat panggilan untuk bersaksi di pengadilan memerintahkan agar saksi hadir di dalam sidang sebelum tanggal 5 Oktober. Sundin yang mendapat subpoena untuk tanggal 12 Oktober mengatakan bahwa para aktivis juga mengirimkan surat terpisah kepada jaksa yang menyatakan tidak akan bersaksi.

Randall Samborn, jurubicara kantor Kejaksaan AS di Chicago menolak untuk memberikan komentar atas hal tersebut.

Sebagian pengamat hukum mengatakan, para aktivis terancam masuk bui akibat keputusan mereka itu.

“Tidak mungkin jaksa akan diam saja jika mereka terus menolak,” kata Gal Pissetzky, seorang jaksa di Chicago yang tidak menangani kasus tersebut.

Langkah selanjutnya diperkirakan pemerintah akan mengeluarkan subpoena baru, namun ditambah dengan jaminan imunitas. Jika mereka masih menolak, maka hakim bisa menjeratnya dengan pasal penghinaan terhadap pengadilan.

Hal yang menjadi pertanyaan kunci adalah apakah ada di antara para aktivis yang memang menjadi target utama jaksa penuntut, atau jaksa hanya sekedar menginginkan mereka menjadi saksi yang memberatkan bagi target lain yang lebih besar dan paling utama.

Sebagaimana dilansir AP, segera setelah penggeledahan, jurubicara FBI Steve Warfield mengatakan bahwa biro intelijennya sedang mencari bukti-bukti terkait “aktivitas yang menunjukkan dukungan materi untuk terorisme.”

Namun menurut Sundin, tidak ada yang memberitahu mereka siapa sebenarnya yang menjadi fokus utama penyelidikan dan siapa yang bukan. Sehingga salah-salah mereka justru membahayakan dirinya sendiri, masuk dalam perangkap.

“Hanya ada Anda, jaksa dan juri,” ujar Sudin. “Jadi, itu situasi yang sangat genting bagi siapapun yang berada di dalamnya.”

Meredith Aby yang dipanggil untuk bersaksi hari Selasa (5/10), tapi menolak hadir, juga mengatakan bahwa juri tidak adil.

“Saya kira mereka menggunakan taktik yang sungguh sangat represif dan tidak demokratis,” tegasnya.

Menurut Amandemen Kelima, seseorang berhak untuk menolak bersaksi jika dikhawatirkan akan membahayakan dirinya, tanpa dianggap melakukan penghinaan atas pengadilan, kata Pissetzky. Namun jika dijamin imunitasnya mereka harus menjawab pertanyaan di pengadilan.

Para aktivis yang diwawancarai wartawan menyangkal bahwa mereka telah memberikan uang kepada teroris.

Rumah dua aktivis antiperang kawakan asal Minneapolis, Mick Kelly dan Meredith Aby, juga menjadi sasaran penggeledahan FBI bulan lalu.

Surat izin penggeledahan atas rumah Kelly menyebutkan bahwa para petugas mencari bukti-bukti dari perjalanan yang dilakukannya sebagai aktivis di Freedom Road Socialist Organization dan juga informasi apapun dalam perjalanannya ke Kolombia, wilayah Palestina, Yordania, Suriah serta Israel.

Ada dua kelompok yang menggunakan nama
Freedom Road Socialist Organization, satu di Chicago dan satunya di New York. Mereka berpisah sejak beberapa tahun lalu, dan kelompok yang di New York kabarnya tidak menjadi sasaran penyelidikan intelijen.

Dalam subpoena yang diterimanya, Kelly juga diperintahkan untuk membawa dokumen yang berkaitan dengan Timur Tengah dan Kolombia, termasuk catatan apapun tentang pemberian uang kepada Hatem Abudayyeh.

Tapi subpoena itu tidak menerangkan lebih lanjut tentang siapa Hatem Abudayyeh.

Fightback!, sebagaimana dilansir AP, pernah mewawancarai dan memuat artikel Hatem Abudayyeh yang disebut sebagai direktur eksekutif dari Arab American Action Network yang bermarkas di Chicago.

Ketika dihubungi lewat telepon kantornya hari Selasa (5/10), mesin penjawab Abudayyeh mengatakan voicemail-nya telah penuh. Beberapa aktivis mengatakan bahwa telepon genggam milik mereka sudah disita oleh FBI.[di/ap/hidayatullah.com]

Foto: Para aktivis memprotes FBI atas penggeledahan rumah dan kantor mereka (AP)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Para Penyebut Masjid Ground Zero Terbukti Keliru?
Tulisan selanjutnya AS Lakukan Kejahatan Kemanusiaan di Guatemala

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?