Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan Thailand Tangguhkan Jabatan PM Prayuth Chan-ocha

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2022 19:41 7:41 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 Agustus 2022 19:41
Bagikan
PM Thailand Prayuth Chan-ocha, pemimpin kudeta militer tahun 2005.
Bagikan

Hidayatullah.com– Mahkamah Konstitusi Thailand telah menangguhkan perdana menteri, Prayuth Chan-ocha, dari tugas resmi setelah memutuskan untuk mendengarkan petisi yang meminta peninjauan kembali batas masa jabatan delapan tahun PM yang diamanatkan secara hukum.

Petisi tersebut diajukan oleh partai oposisi utama, yang berpendapat bahwa waktu yang dihabiskan Prayuth sebagai kepala junta militer setelah dia melakukan kudeta ketika dia menjadi panglima militer pada tahun 2014 harus dimasukkan dalam perhitungan masa jabatan 8 tahun tersebut.

Meskipun Prayuth dapat dikembalikan ke posisinya ketika pengadilan membuat keputusannya, penangguhannya secara tiba-tiba membuat situasi politik Thailand dipenuhi kebingungan.

Empat dari lima hakim yang duduk di majelis memilih untuk menangguhkan jabatannya, mulai hari Rabu (24/8/2022). Prayuth memiliki waktu 15 hari untuk menanggapi keputusan itu, kata pengadilan.

Wakil PM Prawit Wongsuwan didaulat mengambil alih tugas sebagai kepala pemerintahan sementara, kata wakil perdana menteri satunya, Wissanu Krea-ngam.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tidak jelas kapan mahkamah akan mengeluarkan keputusan final perihal petisi itu.

Prayuth menjadi kepala junta militer setelah tentara menggulingkan pemerintahan terpilih pada tahun 2014, dan menjadi perdana menteri sipil pada 2019 setelah pemilu digelar berdasarkan konstitusi yang dibuat militer. Pemilu selanjutnya dijadwalkan akan digelar pada Mei 2023.

Dalam petisinya, partai oposisi utama berargumen masa jabatan Prayuth sebagai pemimpin junta harus dimasukkan dalam hitungan masa jabatan PM berturut-turut maksimal 8 tahun (2 periode). Jadi, Prayuth seharusnya mengundurkan diri pada bulan ini, karena masa jabatannya sebagai kepala pemerintahan sudah habis. Tidak hanya itu, jajak pendapat menunjukkan hampir dua pertiga rakyat Thailand menginginkan agar pensiunan tentara itu meletakkan jabatan PM bulan ini.

Akan tetapi, sebagian pendukungnya berpendapat bahwa masa jabatannya sebagai PM dimulai pada 2017, ketika konstitusi baru diberlakukan, atau setelah pemilu 2019. Artinya, dia harus diperbolehkan menjabat sampai 2025 atau 2027, apabila terpilih kembali.

Satu periode masa jabatan perdana menteri Thailand adalah empat tahun dan maksimal delapan tahun berturut-turut (2 periode).

Aktivis pro-demokrasi berkampanye melawan Prayuth dan pemerintahannya, dengan alasan pemilu 2019 tidak sah.

Hampir 100 pengunjuk rasa pro-demokrasi di Monumen Demokrasi di pusat kota Bangkok  menyambut penangguhan Prayuth sebagai PM, tetapi mengatakan itu saja tidak cukup.

“Kami tidak hanya puas dengan penangguhan Prayuth dari tugasnya. Kami ingin parlemen dibubarkan dan digelar pemilihan dini,” kata seorang aktivis yang mengidentifikasi dirinya sebagai Manee seperti dikutip The Guardian.

“Kami tidak senang. Prayuth mencuri kekuasaan dari seorang wanita dan menjadi perdana menteri lewat kudeta,” imbuhnya, merujuk pada perdana menteri yang digulingkan pada 2014, Yingluck Shinawatra saudara perempuan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Yingluck dan Thaksin saat ini masih tinggal di luar negeri dalam pengasingan.

Pita Limjaroenrat, pemimpin partai oposisi Move Forward, menyerukan agar keputusan atas nasib Prayuth dikeluarkan secepatnya.

“Kami ingin lembaga-lembaga terkait bertindak cepat … hukum dalam masalah ini tidak rumit,” ujarnya. “Apabila Mahkamah Konstitusi dapat memutuskan dengan cepat, kevakuman pemerintahan yang kita khawatirkan hanya berlangsung singkat.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:junta militerPerdana MenteriPrayuth Chan-ochathailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama dan Orisinalitas Ilmu Geografi
Tulisan selanjutnya Mengemudi Saat Mabuk Suami Ketua DPR AS Nancy Pelosi Dibui dan Didenda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?