Hidayatullah.com–Radio Israel melaporkan, sebuah perusahaan Israel telah menerima izin pengeboran gas di dua tempat di sekitar perbatasan Gaza-Israel. Izin diberikan pada hari Selasa (19/10), hanya satu hari setelah pengeboran kontroversial dilakukan di lepas pantai sebelah utara. Demikian berita yang dilansir Maan.
Energtek Inc., perusahaan yang dikelola mantan anggota parlemen Israel, Modi Zandererg, sekarang sedang mengumpulkan dana di bursa saham Tel Aviv guna membiayai eksplorasi tersebut. Energtek dikenal sebagai salah satu perusahaan eksplorasi gas alam yang menggunakan teknologi tinggi dan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG).
Menurut survei geologi yang dilakukan perusahaan itu di daerah kibbutz (perkampungan Yahudi) Sa’ad dan Nir Am dekat perbatasan Gaza, diperkirakan terdapat 26 juta barel minyak di kedalaman 1,8-2 km di bawah tanah.
Hasil pengeboran di lokasi tersebut bisa memberikan pemasukan bagi perusahaan hingga 2 milyar dolar. Dan menurut survei, di lokasi yang sama kemungkinan juga akan ditemukan minyak dengan probabilitas 15%.
Sebelumnya pada hari Senin, perusahaan Israel dan Amerika Serikat mulai melakukan pengeboran gas alam yang terletak di laut di Mediterania sebelah timur, yang juga diklaim oleh Libanon.
Kandungan gas yang berada di dekat kota Haifa itu sangat besar sehingga lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gas Israel selama 20 tahun ke depan. Menurut perusahaan Israel Delek Drilling, gas yang dihasilkan dari lokasi tersebut juga akan diekspor. Lokasi pengeboran berada 135 km dari pantai ke arah utara di kedalaman 1,6 km di bawah laut.
Sementara itu, situs bisnis Israel Globe melaporkan bahwa Libanon telah meminta agar PBB menetapkan perbatasan lautnya dengan Israel, terkait perselisihan ladang gas tersebut. Jika PBB menerima permintaan Libanon, masalah itu akan dibawa ke Dewan Keamanan PBB atau badan PBB lain yang berwenang untuk membuat keputusan. [di/maan/hidayatullah.com]