Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Raja Swedia Carl Gustaf Coret Lima Cucu dari Istana Kerajaan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2019 18:11 6:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Oktober 2019 18:11
Bagikan
Raja Swedia Carl XVI Gustaf beserta istri, anak, menantu, dan cucu.
Bagikan

Hidayatullah.com–Raja Swedia telah menyisihkan lima cucunya dari istana kerajaan.

Keputusan Raja Carl XVI Gustaf itu artinya anak-anak tersebut tidak lagi memiliki gelar “yang mulia” dan tidak diharuskan melaksanakan tugas-tugas resmi kerajaan.

Meskipun demikian mereka masih merupakan anggota keluarga kerajaan dan memiliki gelar kebangsawanannya masing-masing.

Perubahan itu tidak berdampak pada dua cucu raja –Putri Estelle dan Pangeran Oscar– yang berada di garis pewaris tahta langsung, yaitu anak dari Putri Mahkota Victoria dan suaminya Pangeran Daniel.

Keputusan itu, menurut pengumuman yang dirilis Istana Kerajaan Swedia, mengenai dua putra dari Pangeran Carl Philip dan Tiga anak dari Putri Madeleine, lansir BBC Senin (7/10/2019).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Disamping membebaskan anak-anak tersebut –berusia antara satu dan lima tahun– dari tugas resmi kerjaaan, keputusan Raja Carl Gustaf tersebut juga mencoret nama mereka dari daftar penerima appanage, tunjangan tahunan dari negara yang diambil dari pajak rakyat untuk diberikan kepada anggota keluarga kerajaan, atau singkatnya gaji buta yang diambil dari uang rakyat.

Pakar isu-isu kerajaan Roger Lundgren mengatakan bahwa keputusan itu diambil menyusul sorotan tajam beberapa waktu belakangan terhadap penambahan jumlah bangsawan anggota keluarga kerajaan.

“Parlemen beberapa tahun lalu mengumumkan akan mereview sejumlah aturan menyangkut prinsip-prinsip kerajaan termasuk besaran keluarga kerajaan,” kata Lundgren.

Sepertinya, Raja Carl Gustaf lebih dulu bertindak dengan membuat keputusan itu yang dibandingkannya dengan keinginan Pangeran Wales (Pangeran Charles putra mahkota Kerajaan Inggris) untuk merampingkan “keluarga kerajaan”. Raja Swedia juga menyamakan posisi kelima cucunya itu dengan putri Beatrice dan Eugenie (cucu Ratu Elizabeth II dari anak ketiganya Pangeran Andrew) yang mengejar karir sendiri di luar kerajaan.

Sejarawan Swedia Dick Harrison mengatakan bahwa keputusan itu sepertinya diambil untuk menyesuaikan dengan zaman, yang mana sekarang Keluarga Kerajaan sudah membengkak dibanding 100 tahun silam. Selain itu, kata Harrison, sekarang banyak orang berpikir untuk apa membayar begitu banyak bangsawan untuk melakukan tugas kerajaan atau membayar mereka untuk bersiap melakukan tugas resmi.

“Dicoret dari istana kerajaan juga artinya akan memungkinkan anaka-anak belia itu ‘menjalani kehidupan normal’,” kata Harrison.

“Mereka tidak perlu dikurung (dipagari). Mereka dijadikan seperti orang kebanyakan tetapi mereka masih anggota klub kerajaan,” imbuhnya kepada BBC.

Anak-anak itu, kata Harrison, masih bergelar putri dan pangeran dan secara teori masih berhak untuk mewarisi tahta dan masih akan tampil dalam acara-acara sosial, seperti layaknya bangsawan kerajaan.

Selain isu besaran keluarga kerajaan, hal yang disoroti banyak orang adalah kontroversi pendanaan atau anggaran bagi anggota keluarga kerajaan. Saat ini masalah pendanaan belum menyinggung soal anak-anak. Sepertinya, langkah yang diambil Raja Gustaf itu akan menghindarkan masalah tersebut didiskusikan.

Keputusan yang diumumkan hari Senin itu menegaskan bahwa orangtua kelima anak itu tidak terpengaruh dengan keputusan tersebut, dan mereka masih menjalankan tugas dan aktivitasnya seperti biasa.

Hanya saja ditegaskan bahwa Raja Carl XVI Gustaf dan istrinya Ratu Silvia, serta Putri Mahkota Victoria dan suaminya Pangeran Daniel yang merupakan “perwakilan tertinggi dari Kerajaan Swedia”, bukan selain mereka.

Beberapa tahun terakhir keluarga Kerajaan Swedia membuat kehebohan yang mengundang rasa malu. Mulai dari terungkapnya hubungan-hubungan di luar nikah dan perselingkuhan Raja Carl Gustaf dengan sejumlah wanita, Putri Victoria yang memilih menikahi pelatih kebugarannya, Putri Madeleine –konon dulu calon istri Pangeran William cucu Ratu Elizabeth II– yang membatalkan pertunangannya lalu kabur ke pelukan lelaki lain di New York, sampai Pangeran Carl Philip yang menikahi wanita biasa yang berprofesi sebagai model seksi dan bugil. Serta banyak kasus lainnya. Semuanya itu menimbulkan pertanyaan di kalangan rakyat, pantaskah mereka menyandang posisi terhormat sebagai anggota keluarga kerajaan dan perlukah monarki dipertahankan di Swedia.Mereka mendapat uang tunjangan dari pajak rakyat tetapi tidak memberikan kontribusi nyata bagi negara melainkan kehebohan dan skandal.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cucukerajaanRaja Carl Gustafswedia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Beri Perhatian Khusus RUU P-KS dan Lainnya di Rakernas
Tulisan selanjutnya Atasi Krisis Daging, China Gemukkan Babi Sebesar Beruang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Berita
9 Juli 2026 19:00
Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
PUI Dukung Perpres 111/2025 Soal LGBT, Ketahanan Keluarga Penting bagi Pertahanan Nasional

Terbaru

  • Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
  • Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
  • Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
  • Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
  • Dua Anggota Basij Tewas Dalam Serangan di Mashhad Iran
  • Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
  • Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
  • PM Pakistan Desak Presiden Iran untuk Memelihara Kesepakatan Damai yang Sudah Payah Diupayakan
  • Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
  • Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?