Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemenang Nobel 2010: Wilders Seorang Fasis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Anggota parlemen Belanda Geert Wilders adalah seorang “populis yang bisa menjadi seorang fasis moderen,” kata Mario Vargas Llosa, pemenang Nobel bidang Sastra 2010 asal Peru.

“Itu bukan sebuah bentuk eksplisit dari fasisme lama, melainkan sesuatu yang bergerak ke arah sana,” jelas Llosa kepada Radio Netherlands.

Sebagaimana dilansir RNW (12/11), Vargas Llosa menjadi pembicara di kota Tilburg, Belanda, dalam kuliah yang diberi judul “The Return of the Monsters”, kembalinya para monster. Dia menekankan perlunya orang kebanyakan (masyarakat umum) berhenti menjadi fasis. “Kita punya kekuatan yang diberikan budaya demokrasi. Kita sendiri yang bertanggungjawab jika membiarkan para monster semacam itu menang.”

Ditanya mengenai sikap Wilders yang anti-Islam, Vargas Llosa menggarisbawahi bahwa mengkritik Muslim sebagai sebuah kelompok tidaklah dapat diterima.

“Di Iraq, serangan teroris oleh fanatik Al-Qaidah telah membunuh banyak, banyak Muslim. Korbannya lebih banyak Muslim dibanding orang Barat.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dengan merujuk pada masa lalu Belanda yang merupakan “masyarakat terbuka”, Vargas Llosa juga mengkritik dukungan yang diterima partai liberal VVD dan Kristen Demokrat dari PVV–partainya Wilders–untuk membentuk pemerintahan minoritas. Menurutnya hal itu tidak dapat diterima, sebab itu berarti “atas nama pragmatisme, sebuah partai demokratis meninggalkan prinsip-prinsip demokrasi dan menjadi pendukung atau kaki tangan dari paham totaliter dan otoriter.”

Mario Vargas Llosa kan menerima anugerah Nobel bidang Literatur di Stockholm pada 10 Desember mendatang.[di/rnw/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Israel Izinkan Raed Salah Baca Koran
Tulisan selanjutnya Lima Tahun Babel Temukan 219 Kasus HIV

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Berita
21 Juli 2026 08:51
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?