Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sanksi AS Terhadap Iran Dianggap Gagal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 November 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kendati negara Barat memperketat tekanan terhadap Iran, staf penting Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan, semua sanksi keras itu gagal.

Menjelang perundingan baru dengan negara Barat, yang menurut rencana diselenggarakan pada 5 Desember, orang kepercayaan Ahmadinejad, Mojtaba Samareh Hashemi, mengatakan bahwa kini saatnya mereka “menghentikan pembodohan mereka sendiri” atas keefektifan tindakan untuk menekan Iran menghentikan program pengayaan uraniumnya.

Melarang kapal-kapal Iran singgah di pelabuhan-pelabuhan Eropa, blokade bahan bakar minyak terhadap Iran, sanksi keuangan yang meningkat, dan tindakan hukum lainnya, “tidak memiliki dampak nyata,” tambahnya dalam satu wawancara dengan surat kabar The Post Senin dan disiarkan dalam jejaring internet Selasa.

“Penundaan dalam perundingan memiliki satu kesempatan yang baik bagi pihak lain untuk menyadari dampak keputusan-keputusan politiknya.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia juga menyatakan, kegagalan sanksi-sanksi itu menyebabkan Barat memulai kembali perundingan-perundingan yang tertunda lama it, satu kontradiksi langsung dari sikap AS.

Iran mengalami empat putaran sanksi Dewan Keamanan PBB karena penolakannya menghentikan pengayaan uranium, yang jadi pusat kekhawatiran bahwa Iran berambisi membuat senjata atom. Iran juga menghadapi ancaman-ancaman militer dan serangan teknologi terhadap program nuklirnya yang kontroversial.

Teheran, dan apa yang disebut kelompok 5+1 yang terdiri atas Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris dan Jerman, sepakat untuk kembali berunding untuk pertama kali sejak Oktober 2009 yang menurut rencana akan diselenggarakan bulan depan di Jenewa.

Pernyataan Samareh Hashemi itu muncul saat badan pengawas nuklir PBB Selasa menemukan bahwa Iran masih tidak bekerja sama, setelah hampir delapan tahun usaha untuk memutuskan, apakah program nuklirnya adalah untuk tujuan militer atau seperti yang Teheran tegaskan untuk tujuan damai.

Laporan terbatas Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menuntut akses penuh ke fasilitas-fasilitas nuklir Iran, peralatan dan dokumen-dokumen yang terkait, dan mengatakan kegiatan-kegiatan pengayaan uraniumnya dihentikan paling tidak sehari awal bulan ini, di tengah-tengah rumor fasilitas itu menghadapi masalah-masalah teknis.

Jika negara-negara Barat tidak menanggapi permintaan Iran untuk memperluas diskusi di luar program nuklirnya pada pembicaraan cadangan senjata-senjata nuklir Israel dan mengumumkan mereka terikat dengan perlucutan senjata nuklir, Iran akan terpaksa mengambil sikap lebih keras, kata Samareh Hashemi.

Itu berati “mereka tidak memilih jalan persahabatan,” katanya.

“Tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan berarti mereka memutuskan tidak melibatkan diri pada perlucutan senjata nuklir dan mendukung rezim Zionis itu memiliki senjata-senjata nuklir.”

Tetapi pakar kebijakan luar negeri berusia 52 tahun itu juga mengatakan, para perunding Iran akan mempertimbangkan perubahan-perubahan yang diusulkan bagi usulan pertukaran bahan bakar nuklir yang gagal dalam perundingan-perundingan tahun lalu.

“Kami tidak ingin mendengar usul-usul baru,” katanya, dan menambahkan Iran tidak akan menghentikan produksi uranium yang diperkaya dengan kadar lebih tinggi sampai 19,75 persen untuk menjalankan reaktor medisnya.

Ia juga menolak pernyataan-pernyataan Menteri Pertahanan AS Robert Gates pekan lalu bahwa sanksi-sanksi itu telah mempersulit Iran dan menimbulkan perpecahan antara Ahmadinejad dan pemimpin tertinggi negara itu Ayatollah Ali Khamenei.

“Pernyataan-pernyataan seperti tidak benar dan menggambarkan pengkhayalan Menteri Pertahanan AS itu,” kata Samareh Hashemi. “Mengejutkan seorang yang memiliki jabatan tinggi dalam pemerintah AS yang tidak mengetahui itu.” [afp/ant/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Calon Ketua KPK Tawarkan Konsep Pemberantasan Korupsi
Tulisan selanjutnya Ke Masjid Sheikh Zayed, Ratu Elizabeth II Pun Berkerudung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?