Hidayatullah.com–Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman menegaskan bahwa Mesir akan tetap menjaga perjanjian damai dengan Israel, dan tidak akan melanggarnya.
Saat menanggapi pertanyaan dari jurnalis ABC Amerika pada hari Kamis lalu, apakah Mesir akan tetap menjadi sekutu Israel, Suleiman menjawab, “Ya, kami memiliki perjanjian damai, dan kami akan tetap teguh mempertahankan, serta tidak akan melanggarnya.”
Dalam wawancaranya yang disiarkan pada hari Jum’at kemarin, ia juga mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan tentara untuk melawan rakyat.
“Kami tidak akan menggunakan kekerasan terhadap mereka. Kami akan meminta mereka kembali ke rumah masing-masing, namun tidak akan memaksa mereka untuk itu,” tutur Suleiman.
Menurut Suleiman, hanya bagian yang sangat kecil dari rakyat Mesir yang menginginkan Hosni Mubarak turun dari jabatan presidennya.
Ia mengatakan, pengunjuk rasa yang ada di Tahrir Square memang rakyat Mesir, namun mereka dapat dukungan dari orang asing.
Saat menanggapi pertanyaan apakah Mesir akan senasib dengan Tunisia, ia menjawab bahwa Mesir bukanlah Tunisia, dan Mubarak tidak melarikan diri keluar negeri seperti halnya Ben Ali.
Lebih lanjut, Suleiman mengkalim bawa pendukung Mubarak yang turun ke jalan tersebut adalah atas keinginan mereka sendiri.
“Mereka turun ke jalan untuk mengekspresikan perasaan mereka terhadap Presiden Mubarak. Dan kami tidak tahu mengapa mereka pergi ke Tahrir Square,” tutur Suleiman.*