Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tahun 2010 Setiap Hari 2 Anak Afghanistan Tewas

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 10 Februari 2011 11:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Rata-rata setiap hari dua anak Afghanistan tewas di wilayah yang dijajah tentara Amerika Serikat dan sekutunya. Daerah sebelah utara negeri yang dulunya aman, kini juga menjadi wilayah paling berbahaya. Demikian menurut laporan sebuah lembaga independen pengamat masalah HAM Afghanistan.

Afghanistan Rights Monitor (ARM) menyebutkan dalam laporannya, dari 2.421 warga sipil tewas di wilayah konflik yang berhasil mereka data, sebanyak 739 di antaranya berusia di bawah 18 tahun.

Sebagian besar dari mereka tewas di wilayah provinsi sebelah selatan yang terkenal sangat berbahaya, Kandahar dan Helmand.

Namun Kunar di timur serta Kunduz di utara, juga termasuk provinsi yang paling berbahaya bagi anak-anak, tulis laporan tersebut.

Korban sipil dan militer selama perang di Afghanistan berkecamuk, mencapai rekor tertinggi pada tahun 2010. Paling parah sejak  invasi pasukan asing pimpinan Amerika Serikat membombardir wilayah-wilayah Afghanistan pada tahun 2001.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Angka kematian anak sebagai korban perang pada tahun 2010 memang tidak sebanyak tahun 2009 yang mencapai 1.050. Meski demikian, anak-anak tetap rentan menjadi korban.

Pada insiden pertengahan Nopember tahun lalu saja dua anak terjebak di tengah pertempuran, saat pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat menyerang distrik Zhari di Provinsi Kandahar. Satu tewas, sementara lainnya luka parah.

Kepada Press TV para saksi ketika itu mengatakan, pasukan NATO menjatuhkan banyak bom ke desa-desa mereka, di tempat-tempat yang diduga menjadi persembunyian Taliban, sehingga menimbulkan kerusakan parah pada bangunan dan harta benda milik penduduk.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai berulang kali mengecam serangan AS dan sekutunya yang kerap menimbulkan korban sipil. Namun pasukan sekutu selalu berkilah, bahwa pasukan pejuang Afghanistan sengaja menjadikan pemukiman penduduk sebagai tempat sembunyi.

Menurut data dalam laporan PBB tahun lalu, korban sipil perang di Afghanistan naik 20% pada 10 bulan pertama tahun 2010 dibanding tahun 2009.

Reuters (9/2) yang menurunkan berita laporan ARM tersebut, menulis angka total korban sipil 6.215, dengan 2.412 di antaranya tewas.

Sementara rilis pers yang dimuat situs resmi ARM menyebutkan, dari tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2010, sedikitnya 2.421 warga sipil tewas dan 3.270 lainnya luka-luka terkait pertempuran di seluruh Afghanistan.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerikaNATOold migrateTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sidang Ba`asyir Ditunda
Tulisan selanjutnya Amerika Berupaya Jalin Hubungan dengan Muslim Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?