Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih dari 600 Tentara Inggris adalah Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Februari 2011 22:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–El Miniawi mengatakan ia akan berjuang sampai mati demi negaranya. El adalah salah satu anggota militer Negara Inggris yang Muslim.

Lebih dari 600 tentara Inggris adalah pemeluk Islam. Apakah mereka yang bertugas di garis depan di Afghanistan mementingkan negara atau keyakinan mereka saat menghadapi kelompok Taliban?

“Negara saya adalah Inggris. Sebagai seorang Muslim, Inggris adalah negara yang akan saya junjung dan tempat saya meninggal,” kata prajurit Shehab El-Din Ahmed El-Miniawi, yang bertugas di propinsi Helmand.

“Jiwa saya milik Inggris dan saya bangga berperang untuk negara ini,” ujarnya dikutip BBC.

Prajurit El-Miniawi, bertugas di resimen di Helmand, markas Taliban dan tempat terjadinya sejumlah pertempuran sengit.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ia adalah satu-satunya Muslim di resimen itu dan tugas di Afghanistan adalah operasi pertama baginya.

“Saya datang tanpa mengetahui sama sekali seperti apa tempat ini. Apakah panas, dingin atau apakah berbahaya,” katanya.

“Bila anda sempitkan lagi, kami bukan berjuang menghadapi sesama Muslim, namun memerangi ekstrimis. Setiap budaya, keyakinan…memiliki latar belakang ekstrimis.

“Itulah yang menurut saya harus ditumpas. Karena itulah saya berada di sini,” tambahnya.

Kritikan Sesama Muslim

El Miniawi mengatakan menjadi tentara Muslim membantu dalam komunikasi dengan masyarakat Afghan. Ia mengatakan agamanya banyak membantu saat ia berpatroli khususnya setelah masyarakat setempat mengetahui ia seorang Muslim.

Pemeluk Islam dalam militer Inggris sering menghadapi kritikan dari komunitas Muslim sendiri karena dianggap berperang melawan sesama Muslim di sejumlah negara seperti Afghanistan dan juga Irak.

Tentara lain Zeeshan Hashmi bertugas di Afghanistan tahun 2002 dan kemudian pada dinas intelijen selama lima tahun.

Adiknya Kopral Jabron Hasmi juga bertugas sebagai tentara namun tewas tahun 2006, serdadu Muslim Inggris pertama yang meninggal di Afghanistan.

“Pernyataan-pertanyaan di internet, ada yang mengungkapkan duka dan ada pula yang menganggap adik saya sebagai penghianat karena ia bertugas sebagai tentara di Afghanistan,” kata Zeeshan Hashmi.

Selain bahaya di lapangan seperti bom, granat, serangan bunuh diri, tentara Muslim Inggris juga menghadapi ancaman kelompok ekstrimis sekembalinya ke Inggris.

Seorang pria Birmingham dihukum tahun 2008 karena keterlibatannya dalam upaya penculikan dan pemenggalan seorang tentara Muslim Inggris.

Bukan Perang Melawan Islam

Able Rate Boubakr Kanye, tentara lain yang pernah bertugas di Kamp Bastion di Helmand, mengatakan kritikan terhadap mereka dilakukan oleh kelompok-kelompok yang ingin mencari perhatian.

“Kami tetap fokus atas tugas kami dan mereka harus tahu semua hal baik yang kami lakukan di sini.

“Sebagian besar orang datang dan menjabat saya. Saya mendapat banyak email dari mesjid untuk menyatakan terimakasih atas semua tugas yang kami lakukan.”

Kopral Raziya Aslam juga ditugaskan di Lashkar Gah, Helmand sebagai penterjemah sejak November 2010.

“Saya tidak menganggap tugas ini sebagai perang melawan Islam,” katanya.

Orangtua nona Aslam yang lahir di Inggris berasal dari Pakistan. Ia memang sangat ingin bertolak ke Afghanistan selama satu tahun untuk belajar bahasa Pashto.

Dr Joel Hayward, dekan akademi angkatan udara Inggris, Cranwell juga pemeluk Islam.

Ia mengatakan tidak memiliki masalah sebagai pemeluk Islam dan bertugas dalam angkatan bersenjata Inggris di Afghanistan.

Tetapi jumlah pemeluk Islam dalam angkatan bersenjata Inggris masih sedikit.

Jendral Sir David Richards kepala staf pertahanan baru-baru ini memuji tentara Muslim dan menyerukan agar lebih banyak lagi yang bergabung.

“Kami memiliki sejumlah tentara Muslim dalam angkatan bersenjata Inggris dan peranan mereka sangat penting. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Assad: Pemimpin Arab Harus Dengarkan Keinginan Rakyat
Tulisan selanjutnya Penulis Lagu Isabella Gabung PAS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza

Berita
2 Juli 2026 19:40
Ketua Umum MUI Dorong Pemerintah Tiru Rusia Tetapkan Gerakan LGBT Teroris
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?