Hidayatullah.com–Hari Ahad (27/2) atau sehari sebelum peringatan “kudeta post-modern” tokoh politisi Muslim Turki yang disegenani, Necmettin Erbakan berpulang ke rahmatullah.
Hari Selasa (1/3) jezanahnya diterbangkan dari Ankara menuju Istanbul. Necmettin, untuk pertama dan terakhir kali, dishalati ribuan orang di Masjid Fatih, Istanbul sebelum akhirnya dikebumikan. Sambil mengiringi jenazah, orang-orang meneriakkan “Allahu akbar” dan “la ilaha ila Allah”. Pedagang kaki lima menjual syal-syal bertuliskan “Mujahid Erbakan.”
Menurut wasiat yang diterima keluarga, politisi yang dikenal sebagai Muslim yang taat ini, hanya ingin dimakamkan secara biasa, bukan dengan “upacara pemakaman resmi”.
Erbakan adalah seorang insinyur, akademisi, dan politisi serta pemimpin partai Islam. Dia menjadi perdana menteri Turki dari tahun 1996 hingga 1997. Dia adalah perdana menteri Turki pertama dari kelompok gerakan politik Islam.
Tahun 1997, militer melakukan kudeta dan memaksanya melepaskan jabatan untuk diserahkan pada kelompok sekuler. Alasannya, karena Erbakan akan menerapkan nilai-nilai Islam di negara Turki yang sekuler.
Erbakan lahir si Sinop yang terleak di tepian Laut Hitam, sebelah utara Turki. Setelah lulus dari sekolah menengah atas di İstanbul Lisesi, dia melanjutkan pendidikan di Fakultas Tehnik Mesin di Istanbul Technical University (ITÜ) dan lulus tahun 1948. Gelar PhD diterimanya dari RWTH Universitas Aachen, Jerman. Sekembalinya ke Turki dia menjadi pengajar di ITÜ dan diangkat menjadi profesor tahun1965.
Erbakan lantas menggeluti dunia politik dan terpilih menjadi deputi di Konya tahun 1969. Di tahun yang sama dia memperkenalkan ideologi politiknya dalam Millî Görüş (National View).
Sejak dikenal sebagai tokoh politik Islam di tahun 1970, Erbakan menjadi pimpinan sejumlah partai politik Islam. Di tahun 1970-an Erbakan menjadi pemimpin Partai Keselamatan Nasional yang mencapai puncak saat membentuk berkoalisi dengan Partai Rakyat Republik tempat bernaung PM Bülent Ecevit selama krisis Siprus tahun 1974.
Tahun 1980 terjadi kudeta militer. Erbakan dan partainya dilarang berpolitik. Namun dia berhasil muncul kembali setelah ada referendum menghapuskan larangan itu pada tahun 1987 dan menjadi pemimpin Refah Partisi (Partai Kesejahteraan). Dia sukses memimpin partai itu menang dalam pemilu tahun 1995.
Menyusul kemenangan partainya, Erbakan menjadi perdana menteri Turki tahun 1996 dan membentuk pemerintahan koalisi bersama Doğru Yol Partisi (Partai Jalan Kebenaran). Sejak itu dia dikenal sebagai tokoh Muslim taat pertama yang menjadi perdana menteri di negara Turki yang sekuler.
Selama menjabat perdana menteri, Erbakan memiliki program peningkatan kesejahteraan bagi rakyatnya. Untuk itu dia menjalin kerjasama dengan negara-negara Arab dan negara tetangga dekatnya.
Tidak senang dengan kemajuan kelompok Islam yang menguasai pemerintahan, kelompok sekuler yang didukung militer berusaha mendongkel Erbakan dan kawan-kawan.
Gerakan politik yang dipimpin Erbakan mendapat tentangan keras tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tapi juga di ranah publik. Tahun 1997, militer memaksana mundur dari kursi perdana menteri, yang kemudian dikenal sebagai peristiwa “kudeta post-modern”.
Tidak cukup mengusir Erbakan dari jenjang kekuasaan, pengadilan menetapkan Partai Kesejahteraan sebagai partai terlarang dan memberikan sanksi pada Erbakan untuk menjauh dari dunia politik selama lima tahun.
Meski berulangkali dijegal, selama diasingkan dari panggung politik Turki, Erbakan menjadi mentor dan penasihat tidak resmi bagi politisi Turki yang sejalan dengan ideologinya.
Begitu masa larangan berpolitik habis, tahun 2001, Erbakan membentuk Saadet Partisi yang berarti kebahagiaan yang besar. Erbakan memimpin partai ini pada tahun 2003-2004 dan pada tahun 2010 hingga akhirnya wafat dalam usia 84 tahun.
Gerakan politik Necmettin Erbakan, dikenal sebagai gerakan yang membela kepentingan nasional, mempertahankan nilai-nilai spiritual, membangun kerjasama ekonomi, politik, budaya dan menjalin solidaritas dengan dunia Islam, serta membawa Turki dalam peran sejarah besar dunia.
Necmettin Erbakan memang hanya satu tahun menjabat sebagai perdana menteri, namun dia berhasil mencetak sejarah besar di negara Turki yang diselimuti kabut sekularisme. Ribuan orang yang menghantarnya ke tempat peristirahatan terakhir, menjadi bukti sejarah yang berhasil ditorehkannya.
Selamat jalan Necmetin Erbakan, semoga mendapat kenikmatan dan kebahagiaan abadi.*
Foto lain suasana pemakaman Erbakan lihat di galery.