Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putera Omar Mukhtar Dukung Revolusi Terhadap Qadhafi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Maret 2011 06:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Putera pahlawan revolusi pertama Libya masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana ayahnya digantung mati oleh penjajah Italia 80 tahun silam. Rabu (9/3) ia menyatakan bahwa kini ia tidak ragu sama sekali para penentang Qadhafi tidak akan gagal dalam perjuangannya.

“Mereka harus bertahan dan meyakini bahwa Allah akan mendukung mereka dan memberikan kemenangan,” kata Mohammed Omar Mukhtar yang kini berusia 90 tahun, seperti dikutip AFP.

Ayahnya melancarkan perang gerilya selama 20 tahun melawan kolonial Italia dan kemudian dinobatkan sebagai pahlawan.

Warisan kepahlawanan itu kemudian diturunkan kepada generasi muda Libya, setelah Anthony Quinn mengabadikannya dalam film ‘Lion of the Desert’ (Singa Padang Pasir) produksi Holywood tahun 1981.

Kuatnya pengaruh itu kemudian membuat Qadhafi merasa perlu memulai revolusinya sendiri lebih dari 40 tahun silam, dari makam ayah Mukhtar.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Layaknya kebanyakan orang Libya yang tinggal di pusat pemberontak di wilayah timur, pria renta dengan tangan keriput, pipi cekung, dan hidung mancung itu bangga karena sekali lagi wilayah timur menjadi pusat revolusi.

Sejak pasukan Qadhafi meninggalkan kampung halamannya, Benghazi, Mohammed beberapa kali keluar dari rumahnya, sesuatu yang sebelumnya jarang ia lakukan, untuk menikmati luapan semangat anak-anak muda di markas mereka.

“Saya menyemangati anak-anak muda untuk bersatu dan menyerukan satu suara,” kata Mukhtar.

“Seluruh dunia tahu apa yang telah dilakukan Omar Mukhtar. Dari sanalah mereka mendapatkan energi. Tanyailah anak-anak muda itu, mereka akan mengatakan bahwa mereka adalah cucu-cucu Omar Mukhtar,” katanya menambahkan.

Hampir sama seperti pertempuran yang dialami sekarang, pasukan Mukhtar bertahun-tahun silam juga melawan kekuatan dengan perlengkapan lebih canggih dan lebih kuat.

Dalam pertempuran melawan Qadhafi kini, setidaknya empat keluarga Mukhtar ikut berjuang.

“Para pemberontak sudah berada di jalur yang benar,” tegasnya. “Ada kepemimpinan dan mereka tidak hanya melakukannya sendiri. Mereka punya strategi sendiri. Saya punya firasat baik. Dan mereka akan menang, Insya Allah, sebentar lagi, sebentar lagi,” ia berdoa.

Tidak seperti para baron minyak yang mendulang dolar di Libya yang hidup di rumah-rumah mewah di Monaco, London, atau Venisia, Mukhtar tinggal di sebuah bungalow sederhana, berhadapan dengan sebuah toko perlengkapan pernikahan.

Sebuah foto hitam putih kusut ayahnya dan sebuah televisi berlayar datar terpasang di dinding.

Mohammed sering tampak lupa dan bingung.

Dalam film tentang ayahnya, ia digambarkan melihat ayahnya mengayun-ayun di tiang gantungan. Tetapi ia bercerita, ia tidak lagi pernah melihat ayahnya sejak ia bersama ibunya mengungsi ke Mesir, empat tahun sebelum hukuman gantung itu dijatuhkan kepada ayahnya yang pahlawan besar Afrika Utara itu.

Ironisnya, keluarga Mukhtar pada awalnya turut mengelu-elukan Qadhafi sebelum akhirnya kehilangan kepercayaan mereka pada 1980an.

“Pada mulanya revolusi ini digerakan oleh anak muda. Bukan oleh militer atau pemerintah, jadi kami merasa lebih terhubung dengan revolusi ini,” jelasnya.

Sentimen anti-Qadhafi awalnya digerakkan oleh para aktivis mahasiswa. Setelah sekolah dan universitas ditutup, mereka menggunakan waktu kosong untuk berdemonstrasi.

“Qadhafi menggunakan simbol Omar Mukhtar untuk membohongi rakyat. Kami yang benar-benar menggunakan Omar Mukhtar untuk mewakili segala yang pernah ia perjuangkan,” kata Mina, seorang pelajar yang menggunakan kerudung merah jambu.

Tetapi Rafa Berassali, seorang insinyur yang pernah dipenjara rezim Qadhafi dan mendekap dalam sel-sel sempit di barak militer, percaya inspirasi yang lebih besar justru datang dari aksi rakyat baru-baru ini.

“Jujur saja, Omar Mukhtar memang adalah inspirasi, tetapi aksi ini terutama diinspirasi oleh revolusi Tunisia dan Mesir, dua revolusi yang sukses. Jadi jelas sekalis kedua revolusi itu adalah inspirasi utama kami,” tukas Berassali.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasyim Muzadi Diminta Memediasi Penyelesaian Kasus Ahmadiyah
Tulisan selanjutnya DPR RI Tolak ICC Terhadap Presiden Sudan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?