Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Deputi Deplu AS Kritik Obama Atas Konflik Libya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Maret 2011 21:03
Bagikan
obama
Bagikan

Hidayatullah.com–Stephen Rademaker, mantan Deputi Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, mengkritik kinerja Presiden Barack Obama terhadap revolusi politik yang tengah bergejolak di Libya. Ia mengatakan bahwa Obama telah memperburuk keadaan rakyat Libya.

Rademaker yang juga seorang penulis mengatakan bahwa Washington harus bertanggungjawab atas kesalahannya terhadap keadaan di Libya saat ini. Ia juga mengimbau kepada Washington untuk memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan dari revolusi politik di Libya.

Menurutnya, yang terpenting yang harus dilakukan Washington pertama kali adalah hal yang terkait dengan larangan penjualan senjata kepada Libya yang diberlakukan Dewan Keamanan PBB beberapa waktu lalu.

Rademaker menjelaskan bahwa larangan penjualan senjata tersebut bertujuan untuk mencegah Muammar Qadhafi mendapatkan senjata baru. Ia menambahkan bahwa baru-baru ini Washington juga mengumumkan bahwa keputusan larangan penjualan senjata tersebut juga berlaku bagi para pemberontak anti-Qadhafi.

Rademaker bertanya-tanya, jika seandainya pemerintah Obama mendukung pemberontak dan ingin menjatuhkan rezim Qadhafi, lantas mengapa Washington melarang penjualan senjata? Menurutnya ini adalah kesalahan terbesar pertama yang dilakukan oleh pemerintah Obama.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurutnya, situasi di Libya akan menjadi adil jika seandainya kedua belah pihak yang bersenjata tersebut memiliki kekuatan yang sama. Padahal sebagian besar rakyat Libya yang anti-Qadhafi tidak bersenjata seperti apa yang dimiliki Qadhafi.

Selanjutnya, Rademaker mengatakan bahwa kesalahan terbesar kedua adalah keputusan Amerika Serikat untuk mendukung PBB yang ingin menyeret Muammar Qadhafi ke Mahkamah Pidana Internasional, dengan tuduhan telah melakukan kejahatan perang dan genosida terhadap rakyat Libya.

Dengan keputusan tersebut, Rademaker menilai bahwa Qadhafi dan pendukungnya hanya memiliki dua pilihan, menyerahkan diri ke Pengadilan Internasional atau melanjutkan pertempuran melawan pemberontak. Sedangkan saat ini pemerintah Qadhafi sepertinya tidak ingin mundur begitu saja, maka hal ini tentu saja menempatkan Libya di ambang perang saudara.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alkitab Ditahan, Kristen Malaysia Kecewa
Tulisan selanjutnya BSMI Berikan Beasiswa Dokter Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?