Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Eropa Terpecah soal Serangan Udara terhadap Libya

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Maret 2011 15:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perpecahan muncul diantara sekutu-sekutu Eropa seputar dukungan bagi koalisi pimpinan Amerika dalam melaksanakan serangan udara dan misil terhadap Libya guna memberlakukan zona larangan terbang PBB.

Persekutuan NATO bertemu di Brussels Senin untuk membahas kemungkinan mengambil alih komando dari operasi zona larangan terbang itu setelah ke 28 anggota persekutuan itu gagal mencapai konsensus sehari sebelumnya.

Perdana Menteri Turki, yang merupakan anggota NATO, mengatakan Senin bahwa Ankara telah menuntut beberapa kondisi kalau persekutuan itu ikut serta dalam tindakan militer.

Berbicara dalam kunjungan ke Arab Saudi, Recep Tayyip Erdogan mengatakan operasi NATO tidak boleh berubah menjadi pendudukan. Ia mengatakan NATO harus menjamin bahwa “Libya tetap diperuntukkan bagi rakyat Libya,” dan sumber daya alam dan kekayaan negara itu tidak didistribusikan kepada negara-negara lain.

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin secara keras mengecam zona larangan terbang Senin, namun Presiden Dmitry Medvedev kemudian mengecam balik pernyataan perdana menterinya dan disebutnya sebagai “sesuatu yang tidak bisa diterima.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei mengecam tindakan militer pimpinan Amerika itu dan menuduh koalisi Barat berusaha menduduki Libya guna memantau apa yang disebutnya adalah revolusi Islam di Mesir dan Tunisia.

Dalam pidato memperingati tahun baru Persia, Ayatollah Khamenei juga mengecam perlakuan pemerintah Libya terhadap rakyatnya.

Jerman Menolak

Sebelumnya, Kepala Komando Amerika di Afrika mengatakan pesawat terbang koalisi melakukan patroli di udara Libya selama siang hari, dan tujuh negara ikut serta bersama dengan Amerika.

Berbicara dari markas besarnya di Jerman, Jenderal Carter Ham mengatakan negara-negara lainnya termasuk Belgia, Inggris, Kanada, Denmark, Prancis, Italia dan Spanyol. Ia mengatakan fokus dari misi kini bergeser pada perluasan zona larangan terbang dari Libya timur ke Tripoli di barat.

Jenderal Ham mengatakan pasukan Amerika dan Inggris juga menembakkan 12 misil Tomahawk dalam 24 jam terakhir ke sasaran militer Libya. Ia mengatakan sasaran dari serangan udara dan misil ini adalah untuk melindungi rakyat Libya dari serangan pasukan Gaddafi, bukan untuk mentargetkan pemimpin Libya itu.

Panglima Amerika itu juga mengatakan koalisi tidak punya mandat untuk memberi dukungan langsung kepada pembrontak Libya yang mulai pembrontakan yang ditujukan untuk mengakhiri kekuasaan Gaddafi yang sudah berlangsung 42 tahun.

Ratusan pembrontak Libya yang berbasis di Benghazi melancarkan sebuah ofensif balik Senin, bergerak sepanjang pesisir dan merebut kembali pelabuhan minyak Zwitinia. Pasukan yang tidak terorganisir rapih ini kemudiam menuju Ajdabiya, yang direbut pasukan pro Gaddafi minggu lalu. Tetapi pembrontak dihujani tembakan oleh pasukan pembrontak dan terpaksa mundur.

Di barat, penduduk Misrata mengatakan tank-tank dan penembak jitu pemerintah mengurung kota yang dikuasai pembrontak dan menembak pemrotes Senin, menewaskan paling sedikit 9 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.

Sementara itu, Jerman selaku anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB setuju atas pelarangan penggunaan wilayah udara, namun menolak serangan militer terhadap Libya.
Pernyataan itu secara tegas disampaikan menteri luar negeri Jerman Guido Westerwelle kepada Guardian. Menurutnya, negerinya menentang intervensi militer asing terhadap Libya karena dapat menimbulkan konsekwensi besar bagi Dunia Arab.

“Jerman sangat bersahabat dengan negara-negara Eropa. Tetapi kami tidak akan ambil bagian dalam operasi militer dan saya tidak akan mengirimkan pasukan ke Libya.”

Westerwelle katakan, masih ada opsi lain melawan Libya. Di antaranya adalah tekanan politik dan isolasi internasional.*

Foto: Seorang aktivis Rusia melakukan unjuk rasa di depan kantor perwakilan NATO di Moskow (19/3) menentang campur tangan NATO di Libya/voa

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tak Hadir, Menag Nilai JAI Tak Punya I’tikad Baik
Tulisan selanjutnya GAI Sesalkan Ketidakhadiran JAI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat

Berita
5 Juni 2026 06:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?