Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Inggris Ambil Alih Kontrol Minyak Libya

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 28 Maret 2011 09:58
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Inggris akan mengambil alih kontrol perdagangan minyak di Libya. Keputusan ini dilakukan menyusul keberhasilan pemberontak Libya yang telah berhasil menguasai dua tempat utama produksi minyak Libya.

Pemberontak bahkan telah mengatakan, awal pekan depan mereka akan mulai mengekspor minyak. Para pemberontak berharap bisa menghasilkan antara 100.000 dan 130.000 barel per hari dan akhirnya bisa meningkat menjadi 300.000 barel per hari.

Dengan keputusan pengambilalihan ini, maka Inggris menghadapi konflik diplomatik, karena banyak negara-negara Arab takut bahwa pihak Barat hanya tertarik pada minyak di Libya. Qatar dan Inggris adalah salah satu pendukung terbesar dari pihak pemberontak Libya.

Menteri Pertahanan Inggris Liam Fox mengatakan kepada media Inggris BBC bahwa dia terutama ingin menjamin keamanan di pelabuhan. Dia percaya hal ini akan memulihkan keseimbangan dalam perdagangan minyak Libya.
 
Sebagaimana diketahui, pantai di Ras Lanouf dan Brega bertanggung jawab atas produksi ekspor minyak Libya  dan hampir sudah menghentikan kegiatan produksinya semenjak pemberontakan mulai muncul 15 Februari lalu.

Laporan Statistik Energi British Petroleum (BP) pada 2009 menyebut, Libya sebagai eksportir terbesar ke-12 di dunia dengan sumber cadangan minyak terbesar di Afrika.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa perusahaan minyak besar dunia beroperasi di sana, seperti Repsol (Spanyol), BP (Inggris), Shell (Belanda), Gazprom (Rusia), Statoil (Norwegia), dan Medco (Indonesia).

Sulit diterima dengan akal bila intervensi Barat ke Libya ini tidak terkait dengan usaha ‘penjarahan’ minyak Libya.

Masalahnya, serangan berbekal mandat Dewan Keamanan PBB lewat Resolusi Nomor 1973 yang awalnya dilakukan atas alasan membatasi aksi militer pasukan koalisi di Libya, namun kenyataanya menjadi parade pamer senjata  dan gempuran mematikan di wilayah-wilayah yang dipadati warga sipil.

Barat yang selalu sering memanggul panji-panji demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) di kawasan yang sedang dilanda krisis,  namun faktanya menciptakan tragedi kemanusiaan. Meski Amerika masih menampakkan rasa sopannya dalam kasus ini,  substansinya tetap sama, dalih penyelamatan kemanusiaan dengan menghancurkan kemanusiaan dan secara serentak  mencaplok minyak. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikabaratLibyaminyakold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paus Desak Gencatan di Libya
Tulisan selanjutnya Damaikan Pertikaian Antara Saudara Muslim mu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?