Hidayatullah.com—Sedikitnya 486 kematian mendadak dilaporkan terjadi kurun lima hari ketika wilayah British Columbia, Kanada, diterpa gelombang hawa panas. Menunjukkan cuaca ekstrem di bagian barat Kanada beberapa hari terakhir lebih mematikan dibanding dugaan sebelumnya.
Biasanya, terjadi sekitar 165 kematian di provinsi itu pada periode tersebut, kata kepala korener provinsi, menduga lebih dari 300 kematian terjadi akibat hawa panas. Angka terbaru, yang diumumkan pada hari Rabu (30/6/2021), menunjukkan kenaikan 195% dibanding tahun-tahun normal.
“Sementara masih terlalu dini untuk memastikan berapa banyak dari kematian ini yang berhubungan dengan hawa panas, diyakini terjadi kenaikan signifikan dalam laporan kematian yang berkaitan dengan cuaca ekstrem di British Columbia dan masih akan mempengaruhi banyak daerah lain di provinsi kami,” kata Lisa Lapointe, kepala koroner BC, dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Guardian Kamis (1/7/2021).
Lapointe mengatakan angka yang dirilis hari Rabu masih belum tuntas dan akan terus bertambah sebab petugas koroner di seluruh daerah di Provinsi British Columbia masih terus memasukkan laporan kematian.
“Saya sudah bertugas di kepolisian selama 15 tahun dan saya belum pernah mengalami jumlah kematian mendadak yang banyak dalam kurun waktu singkat seperti saat ini,” kata Sersan Steve Addison dalam sebuah pernyataan.
Banyak di antara mereka yang meninggal mendadak dalam kurun lima hari itu adalah manula, orang yang tinggal sendirian dan ditemukan di kediaman yang panas dan tidak memiliki ventilasi yang baik.*