Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Obama Lebih Pentingkan Libya dari Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 April 2011 06:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Surat kabar The Washington Times dalam editorialnya mengkritik sikap Obama yang dinilai tidak seimbang serta terkesan canggung terhadap Libya dan Suriah.

The Washington Times mengatakan bahwa rezim Bashar Assad tidak jauh berbeda dengan rezim Muammar Qadhafi. Rakyat Suriah juga melakukan upaya yang sama dengan rakyat Libya untuk mendapatkan kebebasan. Dan Assad juga menggunakan senjata, tank, dan membunuh ratusan orang, seperti halnya Qadhafi.

Editorial itu menyebutkan, Suriah melihat bahwa intervensi Barat di Libya dapat memberikan mereka dukungan internasional. Namun Amerika menolak untuk memberikan dukungan apapun kepada rakyat Suriah, kecuali hanya beberapa pernyataan saja.

Surat kabar itu melansir pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Robert Gates yang mengatakan bahwa ia harus mempelajari dulu situasi di setiap negara. Menurut Gates, seperti halnya kasus Libya, Obama tidak meminta PBB untuk segera melakukan intervensi ke Libya kecuali, setelah adanya gerakan dari Liga Arab dan Gulf Cooperation Council (GCC).

The Washington Times juga mengatakan bahwa Amerika memiliki kepentingan yang lebih strategis dalam perubahan rezim di Suriah, lebih dari Libya. Suriah yang dipimpin Assad adalah sekutu dekat Iran, dan sangat mendukung Hizbullah. Rezim Assad juga merupakan bagian dari Bulan Sabit Syiah yang disponsori oleh Iran.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain itu, editorial itu juga menekankan akan banyaknya jumlah warga Suriah yang akan tewas sebelum adanya intervensi tersebut. Sampai sekarang jumlah korban tewas telah mencapai angka 400 orang.

Pada bulan Februari 1982, di Suriah terjadi penindasan brutal yang dilakukan oleh Hafez Assad, yang terkenal dengan pembantaian Hama. Peristiwa tersebut setidaknya telah menewaskan warga sipil antara 10 sampai 40 ribu orang. Dan bisa dibilang ini adalah pembantaian terbesar di Timur Tengah era modern.

Menurut The Washington Times, hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan kembali diulang oleh Bashar Assad, seperti yang dilakukan oleh ayahnya.

Terakhir, The Washington Times menyebutkan bahwa Gedung Putih wajib melihat kembali logika hak asasi manusia, dan mengakui bahwa kebijakan tersebut tidak dapat diprediksi. Ia menyebutnya sebagai kebijakan yang bukan kebijakan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Miris, Anggaran MUI Jatim Hanya 150 Juta Per Tahun
Tulisan selanjutnya Pemerintah Terkesan Abaikan Kiprah NII

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?