Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Gunakan Cadar, Puluhan Perempuan Ditahan di Prancis

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 14 Mei 2011 14:09
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hanya setelah sebulan melarang pemakaian cadar, pemerintah Prancis mengatakan telah menahan puluhan perempuan yang melanggarnya, tetapi tampaknya pemberlakuan pelarangan itu berjalan lancar.

Pendukung partai Jamaat-i-Islami berdemonstrasi di Karachi, Pakistan menentang pelarangan cadar bagi perempuan muslim di Prancis.

Sejak pemakaian cadar atau niqab dilarang di Prancis bulan lalu, pemerintah mengatakan polisi telah menyetop 50 perempuan yang memakainya di tempat umum. Dari sejumlah itu 27 orang diberi pilihan didenda atau mengikuti pelatihan kewarganegaraan Prancis.

Seorang diantaranya, Marie.

Marie mengatakan kepada radio RTL di Prancis, polisi menghentikan mobilnya ketika menyetir dan memakai cadar. Dia diberi pilihan membayar denda sebanyak 71 Euro atau mengikuti kelas itu. Dia memilih membayar denda karena tak ingin terlihat di depan umum tanpa cadar. Ia mengatakan telah menerima banyak celaan di jalan tetapi ia belum melepaskan cadarnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam wawancara baru-baru ini dengan radio Prancis, Mendagri Claude Gueant mengatakan keprihatinan mengenai pelarangan cadar tersebut  tidak berdasar.

Gueant mengatakan orang-orang mengatakan aturan itu tidak dapat diberlakukan tetapi sejauh ini belum ada masalah. Dia mengatakan ada wanita Amerika yang ditahan di bandara Charles De Gaulle di luar Paris diantara orang yang ditahan karena memakai cadar.

Sebelum pelarangan itu diberlakukan, pemerintah Prancis memperkirakan hanya ada sekitar 2.000 perempuan yang memakai cadar di Prancis. Tetapi pemerintah menegaskan aturan itu penting untuk memastikan umat Muslim yang konservatif  mematuhi peraturan negara itu yang memisahkan agama dan negara-dan juga karena alasan keamanan dan perlindungan hak-hak perempuan.

Belgia yang negara tetangga Prancis juga selangkah lebih maju dalam memberlakukan pelarangan yang sama, di mana majelis rendah parlemen menyetujui pelarangan itu pada akhir April.

Tetapi pelarangan itu tetap kontroversial serta memecah belah sekitar lima sampai enam juta umat Muslim yang tinggal di Prancis. Sebagian umat Muslim moderat mendukung pelarangan itu. Tetapi yang lainnya, seperti Yamina yang berusia 24 tahun yang ingin memakai penutup aurat secara penuh atau  hijab tetapi tidak memakai cadar, menentangnya. “Saya pikir ini keputusan yang tidak adil. Karena bukan cadar yang mengganggu pemerintah Prancis, melainkan Islam,” ujarnya.

Layanan internet melaporkan pelarangan itu telah memicu seruan bagi situs internet muslim militan mengangkat senjata melawan Prancis. Pemimpin al-Qaida Osama Bin Laden yang dibunuh pasukan khusus Amerika bulan ini juga menyerukan untuk menentang pelarangan cadar di Prancis.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saya Bangga Jadi Muslim
Tulisan selanjutnya Soal Al Zaitun, Umar Abduh Heran pada Menag

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi

Berita
21 Juli 2026 19:08
Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?