Hidayatullah.com–Calon perwira militer Pakistan menerima bahan pelajaran yang sangat anti Amerika. Para calon komandan militer tersebut dinilai menerima pelatihan yang sangat sepihak, dan tidak menawarkan cara pandang lain mengenai Amerika.
Demikian laporan mantan Dutabesar Amerika untuk Pakistan, Anne Patterson, mengenai lembaga pendidikan militer paling bergengsi di Pakistan, NDU. Laporan ini dipublikasikan oleh situs web pembocor dokumen, Wikileaks.
Anne Patterson menilai calon perwira di NDU, naif dan sangat anti Amerika. Ia bertugas menjadi dutabesar Amerika di Pakistan, sejak Agustus 2007 hingga Oktober 2010.
Ketakutan militer bisa menyimpan simpatisan militan telah tumbuh sejak pasukan AS menemukan dan membunuh Usama bin Ladin bulan ini.
Mengutip kabel Wikileaks, para elit militer AS diliputi rasa khawatir akibat bias pandangan yang diterima pendidikan NDU yang tidak ada kesempatan untuk mendengar pandangan-pandangan alternatif dari AS.
“Mengingat bias instruktur, kami juga percaya akan bermanfaat untuk memulai program pertukaran instruktur,” ujar Patterson.
Anti-Amerika makin meningkat di kalangan warga Pakistan setelah peristiwa operasi militer AS yang menewaskan bin Ladin yang dinilai sebagai pelanggaran kedaulatan oleh Amerika.
Patterson mengatakan Amerika Serikat harus menjadikan target “generasi hilang” dari perwira militer yang tidak mendapat program latihan di Amerika Serikat sesudah Washington mengenakan sanksi pada Pakistan pada tahun 1990 atas program nuklirnya.
Wikilelaks juga mendokumentasikan pendapat perwira AS, Kolonel Michael Schleicher, yang membenarkan masalah ini usai menghadiri kursus di NDU.
Namun Hamayoun Khan, seorang pengajar di NDU, menyangkal ada pelajaran anti-Amerika diajarkan di universitas tersebut.
“Saya tidak melihat bias yang telah dia sebutkan di sini,” katanya. *
Foto: Jendral Tariq Majid, saat berkunjung ke National Defence University, Islamabad