Hidayatullah.com–Merespon keputusan Pemerintah RI untuk menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Arab Saudi, Ketua Komite Nasional untuk Perekrutan Saudi, Sa’d Al Badah mendesak pihak terkait di Kerajaan Saudi untuk menghentikan perekrutan pembantu asal Indonesia, dan mengganti alternatif dengan merekrut pembantu lainnya dari Negara Ethiopia, demikian dilansir media lokal Saudi, Ukadz (24/6/2011).
Sa’d Al Badah juga menyatakan bahwa keputusan Pemerintah RI tersebut tidak mempengaruhi pasar Saudi, karena masih adanya banyak alternatif.
Menurutnya, Ethiopia mulai mengirim pekerja wanita mereka dengan harga yang bersaing dengan waktu yang singkat. Demikian pula Kenya dan Nepal.
Demikian pula sudah ada sejumlah negara lain yang juga bisa mengirim pekerja wanitanya, yang akan dimulai kerja sama dengan mereka.
Sedangkan seorang investor, Walid As Suwaidan juga menilai bahwa keputusan Pemerintah RI tersebut tidak banyak berdampak, karena pihak Saudi memiliki beberapa alternatif.
Ia menambahkan juga, bahwa dengan adanya keputusan itu, maka terbukalah pasar baru yang masuk ke Saudi, seperti Kenya, Ethiopia dan Srilangka.*