Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

OKI Canangkan 10 Tahun Aksi untuk Reformasi Politik

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 29 Juni 2011 11:33
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) menyerukan satu dekade aksi guna melakukan reformasi politik dan resolusi damai untuk Palestina, Libya, dan Suriah.

“Dunia Muslim dihadapkan dengan beberapa perkembangan yang serius dengan dampak langsung pada stabilitas, persatuan, kemakmuran, dan pembangunan. Sayangnya, umat –dalam bagian-bagian tertentu– masih tidak memiliki kohesi yang diperlukan di dalam internal, kekuatan, solidaritas, dan kapasitas yang diperlukan untuk mengatasi tantangan-tantangan yang berat,” kata Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu, sebagaimana dilansir Arab News, Selasa (28/6) malam.

“Dunia Muslim sedang mengalami saat yang menentukan dalam sejarahnya, yang selanjutnya membutuhkan kemauan yang kuat guna mempercepat proses mewujudkan aspirasi masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih, supremasi hukum, hak asasi manusia, partisipasi, dan dialog nasional yang lebih luas.”

Dia mengatakan, Piagam OKI dan Program 10-Tahun Aksi dipandu oleh prinsip-prinsip moderasi dan modernisasi. “Kedua dokumen tersebut berdasarkan visi perseptif untuk menuju solusi yang tepat, semacam pergolakan  seperti yang kita saksikan saat ini di dunia Muslim. Ini adalah kesempatan yang tepat bagi saya untuk memperbarui harapan saya pada semua negara anggota kami untuk bersedia mengimplementasikan Program 10-Tahun Aksi, terutama dalam persoalan pemerintahan yang bersih dan supremasi hukum.”

Ihsanoglu menyerukan negara-negara anggota untuk mengakui negara Palestina di saat Israel terus melakukan pelanggaran hukum internasional  yang telah membawa proses perdamaian ke jalan buntu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Ini adalah tugas kita dan posisi organisasi, karena itu, untuk mendukung keputusan Palestina menggunakan PBB dan sebagai pemecahan atas konflik yang berlarut-larut,” kata Ihsanoglu pada para delegasi.

“Ketika saya berbicara di sini, 116 negara sejauh ini telah mengakui Negara Palestina, termasuk 55 dari negara-negara anggota OKI. Kami mendesak negara-negara, termasuk negara-negara anggota OKI dan pengamat, untuk mengakui Palestina dengan perbatasan tahun 1967, serta Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.”

Ihsanoglu mengatakan, ia telah mengirim delegasi ke Tripoli untuk membicarakan resolusi damai konflik Libya dan mencari akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan.

“Di Libya, kita mengimbau resolusi politik berdasarkan pengakuan terhadap aspirasi sah rakyat Libya untuk demokrasi, keadilan, supremasi hukum, dan reformasi politik,” katanya.

Pada konferensi pers itu, ia mengatakan, bukan wewenang OKI untuk mengakui oposisi Transisi Dewan Nasional Transisi dan negara-negara anggota akan membuat keputusan sendiri. “OKI adalah organisasi, dan organisasi tidak mencampuri urusan kedaulatan suatu negara.”

Ihsanoglu menyambut perubahan demokratis di Tunisia dan Mesir sebagai hasil dari revolusi popular internal di negara-negara ini. “Selama kunjungan terakhir saya ke dua negara, saya mengungkapkan harapan bahwa perubahan ini akan memperkuat tata pemerintahan yang baik, supremasi hukum, demokrasi dan pembangunan ekonom, di masing-masing negara.”

Di Suriah, ia mengatakan, OKI mengikuti dengan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa kekerasan di sana. “Kami telah menyerukan dialog nasional dan implementasi cepat untuk reformasi oleh para pemimpinan Suriah guna menghentikan kekerasan yang menargetkan warga sipil dan pasukan keamanan,” kata sekretaris jenderal.

Sebagai perkembangan utama, Ihsanoglu mengumumkan pembentukan Komisi Tetap Independen Hak Asasi Manusia (IPCHR). “Kami telah bertindak cepat, melalui proses yang terbuka dan kredibel, dalam mengambil langkah konkret menuju pembentukan IPCHR tersebut. Upaya pembentukan IPCHR tersebut ditindaklanjuti dengan pemilihan para ahli, yang akan membentuk komisi yang akan menjadi tonggak bagi konferensi Astana sebagai bagian yang menonjol dalam sejarah OKI,” kata sekretaris jenderal.

Situasi di Kashmir, Siprus Turki, Kosovo, wilayah Azerbaijan yang diduduki seperti Nagorno-Karabakh, dan Bosnia Herzegovina, akan  terus menjadi perhatian bagi OKI, kata ia menambahkan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Panji Gumilang Diperiksa Selama 13 Jam
Tulisan selanjutnya Muslimah AS Tuntut Aberorombie Dalam Masalah Jilbab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?