Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Wanita Saudi Minta Rumah Sakit Khusus Wanita

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Januari 2013 20:03 8:03 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Januari 2013 20:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Wanita-wanita di Saudi menginginkan rumah sakit khusus perempuan, namun para dokter menolak usulan pendirian rumah sakit khusus itu dengan alasan sangat tidak praktis.

Usulan rumah sakit khusus wanita itu muncul dari warga masyarakat yang menginginkan mereka diperiksa hanya oleh dokter wanita, lapor Gulf News mengutip koran setempat Al-Sharq Kamis (3/1/2013).

“Rumah sakit yang khusus diperuntukkan bagi wanita akan memberikan privasi yang saya butuhkan,” kata Mariam Radhi Abdullah.

“Bahkan suami saya menolak laki-laki memeriksa saya, meskipun dalam kasus darurat dan dia lebih memilih untuk mencari doker wanita meskipun harus pergi ke rumah sakit lain,” katanya kepada Al-Sharq.

Hanan Abdullah mengatakan karakter dan sifat masyarakat Saudi menuntut hanya dokter perempuan yang memeriksa pasien perempuan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Masyarakat di sini berbeda dengan masyarakat lain dan mereka melihat masalah dari sudut pandang berbeda,” kata wanita itu.

“Saya sendiri menolak diperiksa dokter laki-laki dan saya mendesak didirikannya rumah sakit khusus wanita yang dioperasikan oleh wanita,” tegasnya.

Khalid al-Ghadiya seorang pria pekerja sosial mengatakan, rumah sakit wanita akan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan bagi wanita dengan cara yang lebih nyaman.

“Para wanita kita tidak harus diperiksa oleh pria-pria asing, khususnya di bagian kebidanan,” kata Khalid.

“Para wanita akan lebih terbuka dalam perbincangan mereka dan akan merasa nyaman saat diperiksa oleh wanita. Ada sejumlah negara yang sudah menerapkan sistem ini dan berhasil,” katanya lagi.

Namun kepala departemen radiologi di Rumah Sakit Raja Fahd, Fatimah al-Melhim, menentang segregasi antara dokter pria dan wanita.

“Rumah sakit adalah sebuah entitas terintegrasi yang terdiri dari staf administrasi dan medis. Menyediakan dokter wanita dan staf wanita dalam jumlah yang mencukupi adalah tidak mungkin,” katanya.

“Arab Saudi kekurangan staf medis, jadi tidak mungkin untuk mendirikan rumah sakit khusus wanita. Sebuah rumah sakit bukan hanya berisi dokter, tapi juga ada perawat, teknisi dan staf lainnya. Mereka yang menyeru didirikan fasilitas kesehatan khusus wanita biasanya didorong oleh pertimbangan agama,” katanya, seraya menambahkan bahwa alasan agama itu tidak berdasar karena permintaan oleh dokter biasanya dipenuhi.

Dr Sulaiman al-Sulaiman, seorang konsultan, mengatakan bahwa rumah sakit khusus wanita tidak diperlukan.

“Jumlah dokter wanita di Saudi sangat sedikit, demikian pula dengan negara maju lain di Eropa seperti Jerman, di mana dokter wanita di departemen kebidanannya hanya mencakup 15% dari total staf medis yang ada,” kata al-Sulaiman.

“Layanan medis tidak tergantung pada gender dokternya, melainkan pada keterampilan dan kompetensinya dalam memberikan perawatan kepada pasien. Memisahkan dokter pria dengan dokter wanita berarti kualitas dan performa perawatan akan terpengaruh,” imbuhnya.

Aktivis hak wanita Fawzia al-Ayuni kepada Al-Sharq mengatakan bahwa menurut pengalaman masa lalu, upaya untuk mendirikan rumah sakit wanita akan gagal.

“Itu dulu dilakukan oleh sebuah rumah sakit swasta dan gagal karena dianggap tidak ekonomis,” katanya.

Selain itu imbuhnya, “itu berarti seorang ayah tidak bisa mengantarkan putrinya, seorang saudara laki-laki tidak dapat mengantarkan saudara perempuannya dan seorang suami tidak dapat membawa istrinya ke rumah sakit tersebut.”

Salah seorang ulama, Syaikh Malik al-Milad, mengatakan bahwa pemeriksaan oleh dokter berlainan jenis diperbolehkan dalam kasus darurat dan jika dokter itu memiliki keterampilan tinggi yang dibutuhkan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Afghanistan Bebaskan Tahanan yang Ditangkap AS-NATO
Tulisan selanjutnya Mursy Lantik Para Menteri Baru Kabinet Reshuffle

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sebuah Kafe di Damaskus Dibom, Sepuluh Orang Tewas

Berita
4 Juli 2026 09:52
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

Terbaru

  • Prosesi Pemakaman Dimulai Rakyat Iran Berkabung Meratapi Kematian Ayatullah Ali Khamenei
  • Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda
  • UNESCO Mengakui Dondang Sayang hingga Silat sebagai Warisan Budaya Malaysia
  • Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
  • Pemerintah Tetapkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter dalam Perpres Pertahanan Negara
  • Jelang Proses Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei, Jenderal Garda Revolusi Keluar dari Persembunyian
  • Sindikat Pakistan Selundupkan Plasenta Manusia untuk Injeksi Anti Penuaan
  • Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah
  • Dihantam Rudal di Selat Hormuz Kapal Kontainer CMA CGM akan Jadi Besi Rongsokan
  • Dua Pria Rumania Dibui karena Menikam Jurnalis Iran di London atas Suruhan Teheran

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?