Hidayatullah.com–Turki mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy yang menyerukan agar Turki mengakui genosida terhadap orang Armenia pada tahun 1915 dalam Perang Dunia I. Pernyataan tersebut disampaikan Sarkozy dalam kunjungannya ke Armenia.
Seperti dikutip oleh kantor berita Anatolia, Turki, dalam menanggapi pernyataan Sarkozy, Menteri Luar Negeri Turki Ahmad Davutoglu mengatakan, “Akan sangat berguna bagi Prancis jika melihat sejarahnya sendiri, terutama dengan negara-negara Afrika.”
Davutoglu menyatakan bahwa kepada siapa saja yang menyuruh Turki melihat sejarahnya, hendaknya dia terlebih dahulu melihat sejarahnya sendiri, karena itu akan membawa kepada perdamaian dunia. Dia juga menilai komentar Sarkozy tersebut hanya untuk merebut kepentingan politiknya.
Dia juga menunjukkan bahwa pernyataan Sarkozy tersebut akan berdampak negatif pada proses rekonsiliasi antara Turki dan Armenia.
Sebelumnya, Kamis (6/10/2011), Sarkozy juga menyatakan bahwa Turki bukan bagian dari Uni Eropa.
“Terletak di Asia Kecil, Turki memiliki peran penting di dunia. Ia merupakan jembatan antara Timur dan Barat. Tapi peran ini di luar Uni Eropa. Prancis tidak melihat Turki ada di dalam Uni Eropa,” kata Sarkozy di tengah kunjungannya ke Armania.*